Anak Suka Bersuara? 7 Permainan Meniru Bunyi untuk Mendorong Komunikasi

Syafaria Hadyandari
7 Min Read
Ibu dan anak bermain imitasi suara untuk melatih bicara dan bahasa anak
Ibu dan anak bermain imitasi suara untuk melatih bicara dan bahasa anak

HALLOBUNDA.CO – Sebelum kata-kata terdengar jelas, anak biasanya sudah akrab dengan permainan suara: tertawa, berseru, mengulang suku kata, atau menirukan bunyi benda di sekitarnya. Momen sederhana seperti “brum” saat mobil mainan melaju atau “meong” ketika melihat kucing dapat menjadi pintu masuk untuk latihan meniru bunyi anak. Fokusnya bukan membuat anak cepat bicara, melainkan membangun perhatian, giliran komunikasi, kemampuan mendengar, dan keberanian mencoba menghasilkan suara.

Mengapa Imitasi Suara Bisa Mendukung Perkembangan Bahasa?

Komunikasi berkembang melalui interaksi berulang. Anak mendengar suara, memperhatikan wajah dan gerakan mulut, lalu mencoba merespons dengan caranya sendiri. CDC mencatat bahwa pada usia 18 bulan kebanyakan anak mencoba mengatakan tiga kata atau lebih selain “mama” atau “dada”, sedangkan pada usia 2 tahun kebanyakan anak sudah menggabungkan setidaknya dua kata. Milestone bukan target lomba, tetapi dapat membantu orang tua memantau perkembangan. Penelitian tentang imitasi fonetik juga menunjukkan bahwa anak dapat meniru detail bunyi yang didengarnya. Karena itu, permainan imitasi suara dapat dipakai sebagai salah satu bentuk stimulasi yang natural dan menyenangkan.

Baca Juga  Checklist Bicara Sesuai Usia: Panduan Memantau Perkembangan Bahasa Anak 0–5 Tahun

Prinsipnya: Modelkan, Tunggu, lalu Respons

Bunda tidak perlu meminta anak mengulang berkali-kali. Pilih satu bunyi pendek, ucapkan dengan ekspresi yang jelas, lalu beri jeda beberapa detik. Jika anak menjawab dengan tatapan, senyum, gerakan, atau bunyi yang belum sama, tetap respons sebagai bagian dari percakapan. Pendekatan ini menjaga permainan tetap dua arah. Bila anak belum mau meniru, jangan dipaksa; teruskan aktivitas dan coba lagi pada kesempatan lain.

1. Mulai dari bunyi yang sudah disukai anak

Amati suara yang spontan sering dibuat si Kecil, misalnya “ba”, “ma”, “aaa”, atau suara tertentu saat bermain. Tirukan kembali bunyinya, lalu tunggu. Ketika Bunda mengikuti suara anak lebih dulu, permainan terasa seperti percakapan, bukan latihan yang menguji.

Baca Juga  Bukan Cuma Banyak Kata: 7 Cara Melatih Percakapan Dua Arah pada Anak

2. Gunakan suara hewan dengan bantuan gambar atau mainan

Pilih hewan yang familiar dan buat bunyi sederhana seperti “moo”, “meong”, atau “mbek”. Tunjukkan gambar atau figur hewan agar bunyi memiliki konteks. Setelah beberapa kali, berhenti sebelum bunyi keluar dan beri kesempatan anak mengisi bagian tersebut.

3. Hidupkan kendaraan dengan efek suara

Mobil bisa “brum”, kereta “tut-tut”, dan motor “ngeng”. Gerakkan mainan sambil membuat suara, lalu lakukan bergantian. Kombinasi gerak, objek, dan bunyi membantu aktivitas terasa konkret sekaligus mempertahankan perhatian anak.

4. Buat permainan “suara siapa?”

Bunda membuat satu bunyi, kemudian Ayah atau anggota keluarga lain menirukannya. Setelah itu, beri giliran kepada anak tanpa tuntutan harus sama. Variasikan volume atau panjang bunyi secara ringan, misalnya “aaa” pendek dan “aaaaa” panjang. Permainan giliran seperti ini membantu anak memahami pola komunikasi: mendengar, menunggu, lalu merespons.

Baca Juga  Cuma 10 Menit: 10 Ide Bermain yang Bermakna untuk Tumbuh Kembang Anak
Share this Article
Reading: Anak Suka Bersuara? 7 Permainan Meniru Bunyi untuk Mendorong Komunikasi