Stunting Bukan Sekadar Anak Pendek: Kenali Tanda dan Dampaknya

Syafaria Hadyandari
11 Min Read
Ibu mendampingi pengukuran tinggi badan anak di layanan kesehatan
Ibu mendampingi pengukuran tinggi badan anak di layanan kesehatan

HALLOBUNDA.CO – Ketika anak terlihat lebih pendek daripada teman seusianya, orang tua mungkin langsung merasa khawatir dan bertanya apakah si Kecil mengalami stunting. Kekhawatiran tersebut dapat dimengerti. Namun, tubuh yang pendek saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seorang anak mengalami stunting.

Stunting merupakan masalah pertumbuhan dan perkembangan yang perlu dinilai berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut usia, riwayat pertumbuhan, asupan nutrisi, kondisi kesehatan, serta faktor lingkungan. Oleh karena itu, penilaian tidak sebaiknya dilakukan hanya dengan membandingkan tubuh anak secara kasatmata.

Memahami stunting dengan benar membantu Bunda mengambil langkah yang lebih tepat: rutin memantau pertumbuhan, memenuhi kebutuhan gizi, mencegah infeksi, serta berkonsultasi ketika kurva pertumbuhan menunjukkan perlambatan.

Baca Juga  Mainan Seperti Apa yang Bagus untuk Bayi? Permainan Bermakna yang Menstimulasi Bantu Mendukung 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Apa Itu Stunting pada Anak?

Stunting adalah kondisi ketika panjang atau tinggi badan anak menurut usianya berada lebih dari dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan WHO. Artinya, penentuan stunting harus menggunakan hasil pengukuran yang akurat dan dibandingkan dengan kurva pertumbuhan sesuai usia serta jenis kelamin anak.

WHO menjelaskan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dapat berkaitan dengan nutrisi yang buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Kementerian Kesehatan juga menekankan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kesehatan ibu, pola makan anak, pola asuh, sanitasi, ekonomi keluarga, dan akses terhadap layanan kesehatan.

Dengan kata lain, stunting bukan hanya persoalan kurang makan. Kondisi ini biasanya terbentuk melalui rangkaian faktor yang berlangsung dalam waktu cukup lama, terutama selama masa pertumbuhan awal.

Baca Juga  Ketahuan si Kecil Saat Bercinta? Tak Perlu Panik! Ini 3 Cara yang Harus Bunda Lakukan

Anak Pendek Belum Tentu Mengalami Stunting

Setiap anak mempunyai potensi pertumbuhan yang berbeda. Faktor genetik dari orang tua dapat memengaruhi tinggi badan. Anak dengan ayah dan ibu bertubuh pendek mungkin memiliki postur yang lebih pendek, tetapi tetap bertumbuh secara konsisten mengikuti potensi genetiknya.

Sebaliknya, anak yang sebelumnya tumbuh sesuai kurva kemudian mengalami perlambatan tinggi badan perlu mendapat perhatian. Kondisi seperti kekurangan nutrisi, penyakit kronis, gangguan hormon, masalah penyerapan makanan, atau infeksi berulang dapat menghambat pertumbuhan.

Karena itu, satu kali hasil pengukuran belum menggambarkan keseluruhan kondisi anak. Tenaga kesehatan biasanya memperhatikan posisi pada kurva, arah dan kecepatan pertumbuhan, berat badan, riwayat lahir, pola makan, riwayat penyakit, tinggi badan orang tua, serta perkembangan motorik, bahasa, dan sosial.

Baca Juga  Membangun Rasa Aman pada Anak: Kunci Kepercayaan Diri dan Kemandirian di Awal Kehidupan
Share this Article
Reading: Stunting Bukan Sekadar Anak Pendek: Kenali Tanda dan Dampaknya