Stunting Bukan Sekadar Anak Pendek: Kenali Tanda dan Dampaknya

Syafaria Hadyandari
11 Min Read
Ibu mendampingi pengukuran tinggi badan anak di layanan kesehatan
Ibu mendampingi pengukuran tinggi badan anak di layanan kesehatan

Cara Memantau Pertumbuhan Anak dengan Benar

Pemantauan pertumbuhan sebaiknya dilakukan rutin di posyandu, puskesmas, klinik, atau fasilitas kesehatan. Bayi di bawah dua tahun umumnya diukur panjang badannya dalam posisi berbaring, sedangkan anak yang lebih besar diukur tinggi badannya dalam posisi berdiri dengan alat yang sesuai.

Hasil pengukuran kemudian dimasukkan ke kurva pertumbuhan menurut usia dan jenis kelamin. Agar hasil lebih dapat dipercaya:

  1. Pastikan usia anak tercatat dengan benar.
  2. Lepaskan alas kaki dan aksesori kepala.
  3. Gunakan alat ukur yang sesuai dan terkalibrasi.
  4. Pastikan posisi tubuh benar saat diukur.
  5. Catat hasil setiap pemeriksaan.
  6. Lihat tren pertumbuhan, bukan hanya satu angka.
  7. Diskusikan kurva dengan tenaga kesehatan.
Baca Juga  Anak Bunda Obesitas? Lakukan 2 Tips Berikut!

Bunda tidak perlu membandingkan anak secara berlebihan dengan teman, saudara, atau informasi media sosial. Fokuslah pada perjalanan pertumbuhan si Kecil sendiri.

Langkah Pencegahan Stunting Sejak Dini

Menjaga kesehatan calon ibu dan ibu hamil

Konsumsi makanan bergizi, cegah anemia, dan lakukan pemeriksaan antenatal teratur.

Memberikan ASI dan MPASI sesuai tahap usia

Berikan ASI eksklusif selama enam bulan bila memungkinkan, kemudian MPASI yang beragam, aman, cukup energi, dan kaya protein sesuai kebutuhan anak.

Mengobati penyakit dengan tepat

Jangan menunda pemeriksaan ketika anak sering sakit, mengalami diare berulang, demam berkepanjangan, atau kesulitan makan.

Menjaga kebersihan lingkungan

Gunakan air bersih, biasakan mencuci tangan dengan sabun, jaga keamanan makanan, gunakan toilet bersih, dan lengkapi imunisasi.

Baca Juga  Minum dan Makan Cukup: Kunci Menjaga Mood Belajar Anak

Memantau pertumbuhan dan perkembangan

Datang ke posyandu atau fasilitas kesehatan secara teratur agar perubahan arah pertumbuhan dapat dideteksi lebih awal.

Memberikan stimulasi dan pengasuhan responsif

Ajak anak berbicara, bermain, membaca, dan bergerak sesuai tahap perkembangannya; respons tanda lapar dan kenyang dengan hangat.

Kapan Anak Perlu Diperiksakan?

Konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga kesehatan apabila tinggi atau berat badan anak tidak bertambah, kurva pertumbuhan menurun atau mendatar, anak sering sakit, kemampuan makan sangat terbatas, mengalami muntah atau diare berulang, tampak pucat dan lemah, atau terdapat keterlambatan perkembangan.

Pemeriksaan dapat mencakup pengukuran antropometri, evaluasi pola makan, pemeriksaan fisik, riwayat penyakit, penilaian perkembangan, dan pemeriksaan tambahan bila diperlukan. Hindari memberikan suplemen penambah tinggi badan, obat, atau produk tertentu tanpa arahan profesional.

Baca Juga  Mengapa ASI Eksklusif Berperan dalam Pencegahan Stunting?
Share this Article
Reading: Stunting Bukan Sekadar Anak Pendek: Kenali Tanda dan Dampaknya