Cara Memantau Pertumbuhan Anak dengan Benar
Pemantauan pertumbuhan sebaiknya dilakukan rutin di posyandu, puskesmas, klinik, atau fasilitas kesehatan. Bayi di bawah dua tahun umumnya diukur panjang badannya dalam posisi berbaring, sedangkan anak yang lebih besar diukur tinggi badannya dalam posisi berdiri dengan alat yang sesuai.
Hasil pengukuran kemudian dimasukkan ke kurva pertumbuhan menurut usia dan jenis kelamin. Agar hasil lebih dapat dipercaya:
- Pastikan usia anak tercatat dengan benar.
- Lepaskan alas kaki dan aksesori kepala.
- Gunakan alat ukur yang sesuai dan terkalibrasi.
- Pastikan posisi tubuh benar saat diukur.
- Catat hasil setiap pemeriksaan.
- Lihat tren pertumbuhan, bukan hanya satu angka.
- Diskusikan kurva dengan tenaga kesehatan.
Bunda tidak perlu membandingkan anak secara berlebihan dengan teman, saudara, atau informasi media sosial. Fokuslah pada perjalanan pertumbuhan si Kecil sendiri.
Langkah Pencegahan Stunting Sejak Dini
Menjaga kesehatan calon ibu dan ibu hamil
Konsumsi makanan bergizi, cegah anemia, dan lakukan pemeriksaan antenatal teratur.
Memberikan ASI dan MPASI sesuai tahap usia
Berikan ASI eksklusif selama enam bulan bila memungkinkan, kemudian MPASI yang beragam, aman, cukup energi, dan kaya protein sesuai kebutuhan anak.
Mengobati penyakit dengan tepat
Jangan menunda pemeriksaan ketika anak sering sakit, mengalami diare berulang, demam berkepanjangan, atau kesulitan makan.
Menjaga kebersihan lingkungan
Gunakan air bersih, biasakan mencuci tangan dengan sabun, jaga keamanan makanan, gunakan toilet bersih, dan lengkapi imunisasi.
Memantau pertumbuhan dan perkembangan
Datang ke posyandu atau fasilitas kesehatan secara teratur agar perubahan arah pertumbuhan dapat dideteksi lebih awal.
Memberikan stimulasi dan pengasuhan responsif
Ajak anak berbicara, bermain, membaca, dan bergerak sesuai tahap perkembangannya; respons tanda lapar dan kenyang dengan hangat.
Kapan Anak Perlu Diperiksakan?
Konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga kesehatan apabila tinggi atau berat badan anak tidak bertambah, kurva pertumbuhan menurun atau mendatar, anak sering sakit, kemampuan makan sangat terbatas, mengalami muntah atau diare berulang, tampak pucat dan lemah, atau terdapat keterlambatan perkembangan.
Pemeriksaan dapat mencakup pengukuran antropometri, evaluasi pola makan, pemeriksaan fisik, riwayat penyakit, penilaian perkembangan, dan pemeriksaan tambahan bila diperlukan. Hindari memberikan suplemen penambah tinggi badan, obat, atau produk tertentu tanpa arahan profesional.