Bunyi Kata Anak Belum Jelas? 7 Permainan Ringan untuk Melatih Artikulasi Tanpa Memaksa

Syafaria Hadyandari
8 Min Read
Ibu mencontohkan bunyi kata saat bermain dengan anak.
Ibu mencontohkan bunyi kata saat bermain dengan anak.

HALLOBUNDA.CO – “Bunda, aku mau tutu!” Si Kecil menunjuk susu, tetapi bunyi yang keluar belum sama dengan kata yang dimaksud. Situasi seperti ini sering muncul ketika anak sedang belajar berbicara. Sebagian bunyi memang berkembang bertahap, sehingga pengucapan anak tidak selalu langsung jelas seperti orang dewasa. Namun, orang tua juga perlu memperhatikan apakah ucapan anak makin mudah dipahami dari waktu ke waktu.

Stimulasi artikulasi anak bukan berarti meminta si Kecil mengulang satu kata sampai sempurna. Pendekatan yang lebih nyaman adalah memberi contoh bunyi secara alami, bermain bergantian, dan merespons pesan anak terlebih dahulu. Dengan begitu, anak tetap merasa didengar sekaligus memperoleh banyak kesempatan untuk memperhatikan dan mencoba bunyi bahasa.

Baca Juga  Latih Bunyi Lewat Percakapan: Cara Natural Membantu Artikulasi Anak Lebih Jelas

Apa Itu Artikulasi dan Mengapa Bunyi Kata Anak Bisa Belum Jelas?

Menurut ASHA, artikulasi adalah proses menghasilkan bunyi ujaran melalui koordinasi bibir, lidah, rahang, aliran udara, dan suara. Anak mempelajari bunyi-bunyi ini secara bertahap. Ada bunyi yang lebih mudah muncul pada awal perkembangan dan ada yang memerlukan waktu lebih lama. Kesalahan bunyi sesekali tidak otomatis menunjukkan gangguan.

Penting membedakan dua hal: kejelasan bunyi dan kemampuan bahasa. Anak mungkin sudah memiliki banyak kosakata tetapi beberapa pengucapannya belum jelas. Sebaliknya, anak yang sedikit berbicara belum tentu mengalami masalah artikulasi; ia mungkin membutuhkan penilaian kemampuan bahasa yang lebih luas. Jika orang tua khawatir, dokter anak dan terapis wicara dapat membantu membedakannya.

Prinsip Aman Sebelum Mengajak Anak Bermain Bunyi

Utamakan interaksi yang menyenangkan, bukan latihan yang terasa seperti ujian. Berikan model kata yang benar tanpa mengkritik: saat anak berkata “tutu”, Bunda bisa menanggapi, “Iya, susu. Bunda ambil susu, ya.” Tidak perlu memaksa anak langsung mengulang. Pilih kata yang bermakna baginya, gunakan kalimat pendek, dan berhenti bila anak lelah atau tidak tertarik.

Baca Juga  Dari Suara ke Kata: 7 Aktivitas Meniru Bunyi untuk Stimulasi Bahasa Anak

Latihan meniup, menggerakkan lidah, atau mengunyah tanpa menghasilkan ujaran bukan pengganti terapi bunyi bicara. Bukti manfaat latihan gerak mulut non-ujaran untuk memperbaiki artikulasi masih terbatas. Karena itu, kegiatan di bawah berfokus pada mendengar, meniru, dan menggunakan bunyi dalam komunikasi nyata.

7 Permainan Ringan untuk Mendukung Artikulasi Anak

1. Bermain suara kendaraan dan hewan

Saat bermain mobil, ucapkan “brrm-brrm” atau “beep-beep”. Ketika melihat gambar sapi, tirukan “moo”. Bunyi permainan terasa lebih ringan daripada meminta anak menyebut kata sulit. Jika anak mencoba versi bunyinya sendiri, sambut respons tersebut dan ulangi model yang jelas.

2. Pilih kata pendek yang dekat dengan keseharian

Gunakan kata seperti “mau”, “mama”, “bola”, atau “buka” sesuai kemampuan dan minat anak. Sebutkan saat bendanya hadir, bukan sebagai daftar hafalan. Contohnya, ketika membuka kotak mainan, Bunda mengatakan “Buka!” dengan ekspresi antusias. Hindari menuntut pelafalan sempurna sebelum memberi bantuan.

Baca Juga  Bukan Sekadar Mengulang Kata: Cara Membantu Anak Mengucapkan Bunyi Lebih Jelas Saat Bermain

3. Main giliran dengan bunyi yang sama

Bunda mengucapkan satu bunyi atau kata sederhana saat memasukkan balok ke wadah, lalu memberi jeda untuk giliran anak. Anak boleh merespons dengan tatapan, gerakan, suara, atau kata. Giliran membantu anak memperhatikan bunyi dan pola percakapan tanpa tekanan.

4. Gunakan cermin untuk melihat gerak bibir

Berdirilah bersama anak di depan cermin sambil mengucapkan kata yang sudah akrab, misalnya “mama” atau “papa”. Perlihatkan gerakan bibir dengan wajar. Kegiatan ini adalah permainan pengamatan, bukan teknik untuk memperbaiki semua jenis kesalahan bunyi. Bila anak tidak tertarik, lanjutkan aktivitas lain.

Share this Article
Reading: Bunyi Kata Anak Belum Jelas? 7 Permainan Ringan untuk Melatih Artikulasi Tanpa Memaksa