2. Anak yang Berumur di Atas 10 Tahun
Anak pra remaja biasanya sudah mendapatkan pendidikan mengenai reproduksi dan seksualitas.
Jawaban yang bisa diberikan adalah, “Ini adalah alat kontrasepsi. Kontrasepsi itu cara untuk mengatur kehamilan.”
Cukup sampai di situ. Bila anak bertanya lebih lanjut, sampaikan bahwa sekarang belum saatnya ia tahu lebih detil.
Akan ada masanya nanti ia mendapat pejelasan tentang alat kontrasepsi, yaitu ketika remaja.
3. Anak Remaja
Usia remaja secara fisik sudah sama dengan orang dewasa, kemampuan berpikirnya pun mulai menyerupai orang dewasa.
Artinya, sang buah hati sudah bisa bertanggung jawab terhadap tubuhnya dan segala tindakannya.
Orang tua bisa menjelaskan lebih lengkap bahwa kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang digunakan orang dewasa yang sudah menikah ketika berhubungan seksual.
Penting ditekankan bahwa hubungan seksual (hubungan intim/hubungan badan) sebaiknya dilakukan setelah menikah.
Diskusi mengenai hubungan seksual, akibatnya, dan syaratnya sebaiknya menyertakan pembahasan mengenai alat kontrasepsi.
Dikutip dari situs Health Site, Ada hal yang tidak boleh Bunda dan Ayah lakukan, yakni mengabaikan jawaban yang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan hal yang dewasa.
Dari situlah yang menyebabkan ketidakpercayaan terhadap produk dan anak-anak mengembangkan keingintahuan bawah sadar untuk mengetahui lebih banyak tentang produk tersebut.
Pencarian diri ini dapat mengarah pada pembelajaran sendiri tentang seks dan hubungan pada masa remaja nanti, yang akan merugikan jika sumbernya tidak dapat dipercaya.
Namun, pada usia anak-anak mungkin bertanya tentang kondom jika dirinya mendengar seseorang mengatakan kata tersebut dan bukan karena dorongan seksual.***