HALLOBUNDA.CO – “Satu video lagi, Bun!” Saat layar dimatikan, anak mungkin mengeluh, mencari tablet kembali, atau enggan membuka buku. Situasi ini kerap membuat orang tua khawatir: apakah screen time membuat anak sulit fokus? Jawabannya tidak sesederhana itu. Perhatian anak dipengaruhi banyak hal, termasuk usia, tidur, emosi, lingkungan, dan jenis aktivitas digital.
American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan bahwa penggunaan media perlu dilihat dari kualitas konten, konteks, dan keseimbangan aktivitas sehari-hari. Karena itu, artikel ini tidak membahas ulang durasi atau lima kebiasaan layar yang mengganggu fokus, melainkan langkah praktis setelah sesi layar berakhir.
Mengapa Beralih dari Layar Bisa Terasa Berat?
Video dengan episode berlanjut, gim dengan target berikutnya, dan notifikasi membuat titik berhenti kurang jelas. Saat anak diminta segera berpindah ke pekerjaan rumah, ia perlu mengubah perhatian sekaligus menerima bahwa aktivitas menyenangkan sudah selesai. Ini bukan bukti bahwa layar selalu merusak otak atau bahwa setiap protes berarti kecanduan.
6 Cara Membantu Anak Kembali Fokus Setelah Screen Time
1. Beri aba-aba sebelum sesi berakhir
Sampaikan kapan aktivitas akan selesai sebelum anak mulai menonton atau bermain. Menjelang akhir, ingatkan dengan kalimat singkat, misalnya, “Setelah video ini selesai, tablet kita simpan.”
2. Matikan autoplay dan notifikasi
Bila memungkinkan, nonaktifkan pemutaran otomatis dan pemberitahuan yang memancing anak kembali membuka layar. Pilih konten dengan akhir yang jelas agar anak tahu kapan harus berhenti.
3. Buat ritual penutup yang konsisten
Ajak anak menekan tombol selesai, meletakkan perangkat di tempatnya, lalu menyebutkan aktivitas berikutnya. Rutinitas kecil ini membuat transisi lebih mudah diprediksi.

Subscribe to my channel