HALLOBUNDA.CO – Si Kecil sudah ingin bercerita panjang, tetapi beberapa bunyi dalam ucapannya masih terdengar berbeda? Misalnya, kata yang ia maksud hanya dipahami oleh orang-orang terdekat. Bunda mungkin ingin segera membetulkan setiap kata. Padahal, komunikasi yang nyaman dan kesempatan mendengar model ucapan yang jelas sering lebih membantu daripada meminta anak mengulang terus-menerus.
Stimulasi artikulasi anak dapat dilakukan melalui permainan bunyi, kata, dan percakapan yang sesuai usia. Aktivitas ini bertujuan mendukung kesadaran terhadap bunyi serta keberanian berkomunikasi, bukan menggantikan terapi wicara bila anak memang mengalami gangguan bunyi bicara.
Apa Itu Artikulasi dan Mengapa Ucapan Anak Bisa Belum Jelas?
Artikulasi adalah cara bibir, lidah, rahang, dan bagian mulut lainnya bekerja untuk menghasilkan bunyi ujaran. Anak mempelajari pola bunyi secara bertahap. Sebagian penggantian atau penyederhanaan bunyi dapat muncul dalam proses perkembangan, tetapi jenis kesalahan, usia, konsistensi, dan tingkat keterpahaman ucapan tetap perlu diperhatikan. Kesulitan mengucapkan bunyi juga tidak otomatis berarti anak kurang memahami bahasa.
American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) membedakan kesulitan artikulasi dan kesulitan pola bunyi atau fonologi dalam kelompok speech sound disorders. Karena penyebabnya beragam, latihan yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan hasil penilaian profesional bila masalah menetap.
7 Permainan Stimulasi Artikulasi Sederhana di Rumah
1. Tirukan suara benda dan hewan
Saat bermain mobil, buat suara “brum-brum”; saat melihat kucing, gunakan “meong”. Beri kesempatan anak meniru secara spontan, tetapi tidak perlu memaksa. Aktivitas ini membantu anak memperhatikan variasi bunyi dalam suasana santai.
2. Mainkan pasangan kata pendek
Pilih kata yang akrab dan mudah, seperti “mau”, “bola”, atau “buku”. Ucapkan perlahan dan alami saat bendanya hadir. Hindari menuntut pengucapan sempurna; tanggapi maksud anak terlebih dahulu, kemudian berikan model yang benar.
3. Baca buku bergambar dengan kata berulang
Pilih halaman yang memuat objek favorit. Saat menemukan gambar bola, Bunda bisa berkata, “Ini bola. Bola besar. Bola jatuh!” Pengulangan dalam konteks membantu anak mendengar pola bunyi yang sama tanpa merasa sedang diuji.
4. Bermain giliran dengan boneka
Ajak dua boneka “berbicara” bergantian menggunakan frasa singkat, misalnya “Halo, Bubu!” dan “Mau susu?” Giliran bicara memberi anak ruang untuk mencoba suara atau kata sambil tetap menikmati cerita.

Subscribe to my channel