HALLOBUNDA.CO – Kata pertama anak sering dibayangkan sebagai “Mama” atau “Papa”. Padahal, ada banyak kata kecil yang sama berharganya: “lagi” ketika ingin bermain, “buka” saat kesulitan membuka kotak, atau “habis” ketika camilannya sudah selesai. Kata-kata tersebut bukan sekadar tambahan kosakata. Anak sedang belajar bahwa suara dan kata dapat membantu orang lain memahami kebutuhannya.
Dalam perkembangan bahasa, kata yang dipakai untuk tujuan nyata disebut kata fungsional. Fokusnya bukan menghafal daftar kata sebanyak mungkin, melainkan membantu si Kecil memakai bahasa untuk meminta, memilih, menolak, menyapa, dan berbagi perhatian. Artikel ini membahas cara memilih kata yang berguna, contoh pemakaiannya, dan kapan Bunda perlu memperhatikan perkembangan komunikasi lebih lanjut.
Apa yang Dimaksud dengan Kata Fungsional Pertama?
Kata fungsional adalah kata yang digunakan secara bermakna dalam interaksi. Misalnya, anak mengatakan “gi” setiap kali meminta permainan diulang. Walaupun pengucapannya belum sempurna, bentuk itu dapat menjadi upaya komunikasi yang konsisten. Sebaliknya, anak yang mampu meniru kata “mobil” saat diminta belum tentu memakai kata tersebut secara spontan untuk berkomunikasi.
Perkembangan bahasa mencakup dua sisi: reseptif, yaitu memahami kata atau pesan, dan ekspresif, yaitu menyampaikan pesan melalui gestur, suara, kata, hingga kalimat. Keduanya perlu diperhatikan bersama. ASHA dan NIDCD menekankan pentingnya mengamati perkembangan komunikasi sesuai usia, termasuk pemahaman, penggunaan kata, dan interaksi sehari-hari.
10 Kata Awal yang Berguna dalam Kehidupan Anak
Daftar berikut adalah inspirasi, bukan urutan wajib atau target hafalan. Gunakan padanan kata yang paling alami di rumah, termasuk bahasa daerah atau bahasa keluarga.
1. Mau — untuk meminta
Saat anak meraih botol, Bunda dapat berkata, “Mau minum?” lalu memberi jeda. Bila anak menunjuk atau bersuara, respons kebutuhannya sambil mengulang model “mau”.
2. Lagi — untuk mengulang kegiatan
Mainkan gelembung sabun atau dorong mobil-mobilan beberapa kali. Berhenti sebentar, kemudian tanyakan, “Lagi?” Kata ini terasa bermakna karena anak dapat segera melihat aktivitasnya berlanjut.
3. Habis — untuk menandai sesuatu selesai
Saat biskuit atau air minum selesai, tunjukkan wadah kosong dan ucapkan, “Habis.” Hubungkan kata dengan pengalaman yang benar-benar terjadi.
4. Buka — untuk meminta akses
Ketika anak membawa kotak tertutup, katakan, “Buka kotak, ya.” Bantu membuka tanpa menuntut anak mengulang kata terlebih dahulu.
5. Bantu — untuk meminta pertolongan
Saat balok sulit disusun, modelkan, “Bantu, Bunda.” Anak belajar bahwa meminta bantuan lebih efektif daripada hanya menangis atau menyerah.

Subscribe to my channel