Reading: Bukan Hanya “Mama”: 10 Kata Fungsional Pertama yang Membantu Anak Menyampaikan Kebutuhan

Bukan Hanya “Mama”: 10 Kata Fungsional Pertama yang Membantu Anak Menyampaikan Kebutuhan

Syafaria Hadyandari
8 Min Read
Ibu mendampingi anak mengucapkan kata pertama yang bermakna.
Ibu mendampingi anak mengucapkan kata pertama yang bermakna.
Contoh kata fungsional pertama anak untuk meminta menolak dan menyapa
Contoh kata fungsional pertama anak untuk meminta menolak dan menyapa

6. Tidak — untuk menyatakan penolakan

Terima penolakan sederhana sebagai bagian dari komunikasi. Bunda dapat menamai maksudnya: “Oh, tidak mau.” Menghargai pilihan anak membantu bahasa terasa aman digunakan.

7. Ini — untuk menunjukkan benda

Ketika anak menunjuk gambar, ucapkan “Ini kucing.” Kata “ini” berguna untuk berbagi perhatian sebelum anak mampu menyebut banyak nama benda.

8. Sini — untuk mengajak mendekat

Dalam permainan sembunyi mainan, gunakan ajakan singkat seperti “Sini, lihat!” dengan gestur ramah dan jelas.

9. Jatuh — untuk mengomentari kejadian

Ketika bola terjatuh, katakan “Bola jatuh!” Kata tindakan membantu anak mengomentari pengalaman, bukan hanya meminta benda.

10. Naik — untuk meminta gerakan

Gunakan saat menaiki tangga dengan aman, mengangkat boneka, atau bermain kendaraan mainan. Ulangi kata sesuai situasi tanpa memaksa.

Cara Mengubah Kata Menjadi Komunikasi Dua Arah

Pilih dua atau tiga kata yang paling dibutuhkan anak selama satu atau dua minggu. Misalnya, “lagi” saat bermain, “buka” saat membuka wadah, dan “bantu” saat kesulitan. Ucapkan kata dalam kalimat pendek, ulangi pada kesempatan alami, lalu tunggu beberapa detik agar anak dapat memberi respons. Responsnya boleh berupa tatapan, gestur, suara, atau kata. Bunda dapat memperluasnya: dari “lagi” menjadi “mau lagi”, tanpa menjadikan setiap percakapan sebagai tes.

Baca Juga  Membaca Buku Interaktif: 7 Cara Sederhana Merangsang Bicara dan Bahasa Anak

Amati fungsi kata, bukan hanya jumlahnya. Catatan sederhana seperti “anak memakai ‘lagi’ saat bermain bola” lebih informatif daripada daftar kata yang pernah sekali ditiru. Hindari sengaja menahan makanan, minuman, atau bantuan agar anak terpaksa berbicara. Interaksi yang hangat dan responsif jauh lebih penting daripada memaksa pengucapan.

Apakah Anak Harus Menguasai Semua Kata Ini?

Tidak. Setiap keluarga memakai kata yang berbeda dan anak memiliki minat yang tidak sama. Sebagian lebih cepat menggunakan nama orang, bunyi hewan, atau kata tindakan. Yang perlu diamati adalah apakah komunikasi anak semakin beragam dan efektif seiring waktu. Milestone perkembangan adalah panduan pemantauan, bukan alat diagnosis. Sebagai gambaran, CDC menyebut sebagian besar anak usia 18 bulan mencoba mengucapkan tiga kata atau lebih selain “mama” atau “dada”, sedangkan pada usia 2 tahun mulai menggabungkan sedikitnya dua kata.

Baca Juga  Anak Sudah Mulai Bicara? Ini 7 Cara Memperkaya Kosakatanya Setiap Hari

Kapan Perlu Meminta Bantuan Profesional?

Konsultasikan kepada dokter anak jika anak tidak menunjukkan perkembangan komunikasi, jarang memakai gestur untuk menyampaikan maksud, tidak merespons suara secara konsisten, kesulitan memahami instruksi yang sesuai usia, atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah ada. Kekhawatiran orang tua sendiri juga layak dibicarakan. Dokter dapat mempertimbangkan skrining perkembangan, pemeriksaan pendengaran, atau rujukan ke audiolog dan terapis wicara sesuai kebutuhan.

Kata Kecil, Makna Besar

Kata pertama tidak harus panjang atau terdengar sempurna. Ketika si Kecil menggunakan “lagi” untuk melanjutkan permainan atau “bantu” saat kesulitan, ia sedang menemukan kekuatan bahasa. Mulailah dari kata yang dekat dengan rutinitas keluarga, rayakan setiap usaha komunikasi, dan dampingi perkembangannya dengan sabar.

Bunda juga dapat membaca panduan Hallo Bunda tentang Bahasa Ekspresif vs Reseptif, Membaca Buku Interaktif, serta Checklist Bicara Anak Sesuai Usia untuk memahami perkembangan komunikasi si Kecil dari berbagai sisi.

FAQ (People Also Ask)

Apa itu kata fungsional pertama pada anak?

Kata fungsional adalah kata yang dipakai anak dengan tujuan komunikasi, misalnya meminta, menolak, menyapa, atau meminta bantuan. Bentuk pengucapannya dapat belum sempurna, asalkan digunakan konsisten dan bermakna.

Baca Juga  Rutinitas Ngobrol 10 Menit: Cara Sederhana Memperkaya Bahasa Anak

Apakah kata pertama harus diucapkan dengan jelas?

Tidak selalu. Pengucapan awal dapat berupa pendekatan bunyi yang konsisten. Orang tua sebaiknya memperhatikan maksud dan konteks pemakaiannya, bukan hanya kejernihan pelafalan.

Kata apa yang sebaiknya dikenalkan lebih dahulu?

Mulailah dari kata yang paling berguna dalam rutinitas anak, seperti mau, lagi, habis, buka, bantu, dan tidak. Pilih sesuai kebutuhan, minat, serta bahasa yang digunakan keluarga.

Apakah menunjuk termasuk komunikasi?

Ya. Menunjuk, menatap, dan memberikan benda adalah bentuk komunikasi penting. Orang tua dapat merespons gestur sambil memodelkan kata yang sesuai tanpa memaksa anak mengulang.

Bagaimana jika anak hanya meniru tetapi tidak memakai kata secara spontan?

Terus bangun kesempatan komunikasi yang bermakna melalui permainan dan rutinitas. Bila penggunaan kata spontan sangat terbatas atau tidak berkembang, diskusikan dengan dokter anak atau terapis wicara.

Kapan anak yang belum memiliki kata bermakna perlu dievaluasi?

Bila orang tua khawatir, tidak ada kemajuan, ada kehilangan kemampuan, respons terhadap suara tidak konsisten, atau milestone komunikasi sesuai usia belum tercapai, sebaiknya konsultasikan. Pemeriksaan pendengaran mungkin diperlukan.

Share this Article
Reading: Bukan Hanya “Mama”: 10 Kata Fungsional Pertama yang Membantu Anak Menyampaikan Kebutuhan