Yang Bunda Dapatkan Saat Membeli ASI Perah Secara Online
Tidak seperti sumber ASI melalui bank susu yang terakreditasi, tidak ada lembaga yang telah memberlakukan standar kesehatan dan kebersihan untuk membeli ASI secara online.
Jika Bunda ingin membeli ASI secara online, lebih baiknya pendonor ASI diperiksa secara medis sebelum melakukan transaksi.
Namun, tanpa skrining, tidak mungkin mengetahui riwayat kesehatan pendonor ASI atau praktik sanitasi terkait penyimpanan.
Jika Bunda membelinya melalui bank ASI, bank tersebut sudah menyaring para pendonor untuk memastikan kesehatannya dan dengan hati-hati untuk memastikan keamanannya dan sehat untuk dikonsumsi.
Saat Bunda membeli susu secara online atau mendapatkannya secara gratis, dalam ASI tersebut kemungkinan bisa mengandung bakteri tingkat tinggi yang dapat merusak kesehatan.
Dikutip dari situs verywellfamily.com, telah dilakukan penelitian untuk membeli ASI perah secara online.
Ternyata para peneliti menemukan bahwa ASI yang telah dibeli secara online, dalam beberapa kasus dalam susu tersebut ditambahkan susu sapi di dalamnya.
Diketahui, tidak baik untuk memberikan susu sapi saat bayi belum berusia 12 bulan lantaran sulit untuk dicerna oleh si Kecil. Kecuali susu formula yang sudah diformulasikan khusus untuk bayi, dengan catatan tidak ada intoleransi laktosa maupun alergi susu pada si Kecil.
Nah, jadi seperti itu Bunda, jika memaksakan diri untuk membeli ASI perah secara online dapat berisiko kepada si Kecil.
Jika memang keperluan mendadak, Bunda harus lebih teliti untuk membelinya, lebih baik membeli langsung melalui bank ASI.***