3. Berikan Contoh yang Mudah Dimengerti Sesuai Dengan Fakta
Anak mungkin akan bertanya lebih lanjut tentang kesalahan dari orangtua atau pasangan lakukan.
Orangtua bisa mengatakannya dengan perumpamaan atau contoh yang jelas dan harus sesuai dengan fakta jangan berbohong.
Kemudian, beri kesempatan dan ruang untuk anak merasakan bersedih atau emosi lainnya yang dirasakannya setelah mengetahui kondisi dari orangtuanya saat ini.
4. Tanyakan Tentang Perasaan Mereka
Sebelum memulai menjelaskan, orangtua haru melihat situasi persepsi anak dan apa yang sedang dirasakannya saat ini.
Cobalah bertanya kepada anak, jika orangtua mengalami pertengkaran dalam rumah tangga.
Beri anak ruang dan waktu untuk menjelaskan pikiran serta perasaannya, orangtua perlu mengoreksi persepsi anak yang salah.
Contohnya seperti ‘Bunda-Ayah berantem karena Ayah melakukan kesalahan yang membuat Bunda marah, jadi ini bukan karena kamu, Bunda minta maaf udah buat kamu berpikir seperti itu’.
5. Bahas Langkah ke Depan Bersama Anak
Tidak hanya fokus untuk membahas apa yang telah terjadi, cobalah untuk juga menjelaskan pada anak apa yang akan dilakukan ke depannya.
Katakan kepada si Kecil perlakuan selingkuh itu merupakan hal yang tidak baik dan bisa menyakiti hati orang lain.
Kemudian jika Bunda dan Ayah memilih berpisah, jelaskan pada si Kecil mengenai hak asuh dengan kata-kata yang mudah mereka mengerti.
Contohnya, beri tahu jika nanti sudah berpisah, si Kecil bisa tinggal sama ibunya, jika memasuki hari libur anak bisa bermain dengan Ayahnya.
Itulah beberapa hal yang dapat Ayah dan Bunda lakukan untuk menjelaskan perselingkuhan orangtua pada anak.***