Reading: Sedang Berjuang Untuk Anak Disabilitas Intelektual? Begini Cara Maksimalkan Tumbuh Kembangnya

Sedang Berjuang Untuk Anak Disabilitas Intelektual? Begini Cara Maksimalkan Tumbuh Kembangnya

Lafa Zidan Alfaini
6 Min Read
Sedang Berjuang Untuk Anak Disabilitas Intelektual? Begini Cara Maksimalkan Tumbuh Kembangnya
  • Fungsi intelektual. Juga dikenal sebagai IQ, ini mengacu pada kemampuan seseorang untuk belajar, bernalar, membuat keputusan, dan memecahkan masalah.
  • Perilaku adaptif. Ini adalah keterampilan yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari, seperti kemampuan berkomunikasi secara efektif, berinteraksi dengan orang lain, dan menjaga diri sendiri.

IQ (intelligence quotient) diukur dengan tes IQ. IQ rata-rata orang pada umumnya adalah 100, dengan mayoritas orang mendapat skor antara 85 dan 115.

Seseorang dianggap disabilitas intelektual jika memiliki IQ kurang dari 70 hingga 75.

Adapun untuk mengukur perilaku adaptif anak, seorang spesialis akan mengamati keterampilan anak dan membandingkannya dengan anak lain pada usia yang sama.Hal-hal yang dapat diamati antara lain seberapa baik anak dapat makan atau berpakaian. Kemudian seberapa baik anak mampu berkomunikasi dan memahami orang lain.Selain itu juga dapat dilihat bagaimana anak berinteraksi dengan keluarga, teman, dan anak-anak lain seusianya.

Baca Juga  Mengerikan! Bocah 10 Tahun di Pekalongan Bunuh Diri, Gegara Ditegur Bermain Hp Terus

Maksimalkan Tumbuh Kembang Anak Disabilitas Intelektual

Seperti dikutip dari buku “Speech Delay dan Tumbuh Kembang Anak,” salah satu pegiat dan terapis disabilitas Rezky Achyana mengatakan dalam memberikan penanganan kepada anak disabilitas intelektual, kita harus melihat tujuh aspek tumbuh kembang anak.

Aspek tumbuh kembang yang pertama tentang motoriknya. Anak dengan down syndrome biasanya kakinya flat sehingga banyak anak down syndrome kesulitan untuk menyeimbangkan diri.

Oleh karena itu perlu dilatih secara motoriknya supaya bisa berjalan dengan baik, dan seimbang ketika berjalan.

Bisa dengan latihan–latihan berlari, menendang bola, bermain bola, melompat, dan memanjat. Latihan-latihan tersebut berfungsi untuk melatih motorik kasar pada anak.

Baca Juga  Bikin Warga Geger! Santriwati di Lampung Selatan Buang Bayi di Belakang Pesantren

Sedangkan untuk melatih motorik halusnya bisa melalui latihan memasang kancing baju, memasang tali sepatu, menulis, dan meremas slime.

Mereka juga dapat diajak untuk latihan mengangkat jempol, latihan mengangkat jari telunjuk dan tengahnya, melakukan gerak tangan isyarat janji, dan aktivitas lainnya yang menggunakan jari.

Aspek tumbuh kembang kedua yang perlu dilatih yaitu aspek kognitif atau intelektualnya.

Share this Article
Reading: Sedang Berjuang Untuk Anak Disabilitas Intelektual? Begini Cara Maksimalkan Tumbuh Kembangnya