- Fungsi intelektual. Juga dikenal sebagai IQ, ini mengacu pada kemampuan seseorang untuk belajar, bernalar, membuat keputusan, dan memecahkan masalah.
- Perilaku adaptif. Ini adalah keterampilan yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari, seperti kemampuan berkomunikasi secara efektif, berinteraksi dengan orang lain, dan menjaga diri sendiri.
IQ (intelligence quotient) diukur dengan tes IQ. IQ rata-rata orang pada umumnya adalah 100, dengan mayoritas orang mendapat skor antara 85 dan 115.
Seseorang dianggap disabilitas intelektual jika memiliki IQ kurang dari 70 hingga 75.
Maksimalkan Tumbuh Kembang Anak Disabilitas Intelektual
Seperti dikutip dari buku “Speech Delay dan Tumbuh Kembang Anak,” salah satu pegiat dan terapis disabilitas Rezky Achyana mengatakan dalam memberikan penanganan kepada anak disabilitas intelektual, kita harus melihat tujuh aspek tumbuh kembang anak.
Aspek tumbuh kembang yang pertama tentang motoriknya. Anak dengan down syndrome biasanya kakinya flat sehingga banyak anak down syndrome kesulitan untuk menyeimbangkan diri.
Oleh karena itu perlu dilatih secara motoriknya supaya bisa berjalan dengan baik, dan seimbang ketika berjalan.
Bisa dengan latihan–latihan berlari, menendang bola, bermain bola, melompat, dan memanjat. Latihan-latihan tersebut berfungsi untuk melatih motorik kasar pada anak.
Sedangkan untuk melatih motorik halusnya bisa melalui latihan memasang kancing baju, memasang tali sepatu, menulis, dan meremas slime.
Mereka juga dapat diajak untuk latihan mengangkat jempol, latihan mengangkat jari telunjuk dan tengahnya, melakukan gerak tangan isyarat janji, dan aktivitas lainnya yang menggunakan jari.
Aspek tumbuh kembang kedua yang perlu dilatih yaitu aspek kognitif atau intelektualnya.