4. Menjadi Lebih Mudah Emosi
Jika seorang anak atau remaja memiliki reaksi emosional yang intens terhadap percakapan tentang sekolah atau kegiatan sosial, itu bisa menjadi tanda mereka menahan kecemasan di sekitar peristiwa tersebut.
Apa pun itu, Bunda akan melihat gejolak emosional, atau keengganan untuk mempelajari subjek tersebut.
Misalnya, jika anak jadi korban bullying di sekolah, kemungkinan mereka akan enggan berbicara seputar topik sekolah, mereka akan marah saat dipaksa bercerita.
5. Tidak Ingin Berinteraksi dengan Keluarga
Jika seorang anak tidak banyak bicara seperti biasanya, atau mereka langsung pergi ke kamar mereka sepulang sekolah, itu bisa menjadi hal-hal yang harus diwaspadai Bunda.
Bertingkah melawan saudara kandung juga bisa menjadi tanda bullying yang berkepanjangan. Dalam beberapa kasus, korban bullying akan melampiaskan ‘sikap korban’ dan menjadi reaktif dengan saudara kandung dan anak-anak lain.
6. Tanda-tanda Kekerasan Fisik
Salah satu tanda anak menjadi korban bullying adalah luka fisik. Jika anak Bunda pulang dengan membawa pakaian, buku, atau barang lain yang robek, rusak, atau hilang
Lalu memiliki luka, memar, dan goresan yang tidak dapat dijelaskan. Ini bisa menjadi tanda ia menjadi korban bullying.
Ketika orang tua bertanya tentang penyebab hal-hal ini terjadi, anak cenderung tidak bisa menjelaskannya, atau tidak mau menjelaskan.***