6. Bernyanyi dan gunakan lagu berulang
Lagu anak memiliki pola bunyi dan pengulangan yang mudah diprediksi. Sesekali berhenti sebelum kata yang familiar untuk memberi kesempatan anak melengkapi dengan suara, gestur, atau kata.
7. Masukkan kata baru ke dalam kata yang sudah dikenal
Jika anak sudah mengenal “bola”, tambahkan konsep baru seperti “bola besar”, “bola jatuh”, atau “lempar bola”. Cara ini membantu kosakata berkembang sekaligus memperkenalkan hubungan antarkata.
8. Bermain pura-pura
Memasak-masakan, merawat boneka, atau bermain kendaraan membuka kesempatan mengenalkan kata benda, kata kerja, sifat, dan konsep sosial. Bahasa menjadi bagian dari permainan, bukan latihan yang terasa seperti tes.
9. Beri waktu tunggu
Setelah Bunda berbicara atau bertanya, tahan keinginan untuk langsung menjawab sendiri. Jeda beberapa detik memberi anak waktu memproses bahasa dan merancang respons.
10. Ulangi kata dalam konteks berbeda
Kata “besar” dapat muncul saat melihat gajah di buku, memilih bola, atau membandingkan dua kotak. Pertemuan dengan kata yang sama dalam berbagai pengalaman membantu anak memahami maknanya secara lebih fleksibel.
Perlukah Menggunakan Flashcard untuk Menambah Kosakata?
Flashcard dapat menjadi salah satu media bermain, tetapi tidak harus menjadi strategi utama. Anak membutuhkan kesempatan melihat bagaimana kata digunakan dalam komunikasi nyata. Jika menggunakan kartu gambar, jadikan aktivitas dua arah: hubungkan gambar dengan benda di rumah, gerakan, cerita, atau permainan. Hindari menjadikan jumlah kartu yang berhasil disebut sebagai ukuran tunggal perkembangan bahasa.
Kebiasaan yang Bisa Membuat Stimulasi Terasa Seperti Tes
Orang tua tentu ingin mengetahui kemampuan anak, tetapi terlalu banyak pertanyaan seperti “Ini apa?”, “Warna apa?”, atau “Coba bilang lagi” dapat membuat interaksi terasa seperti ujian. Seimbangkan pertanyaan dengan komentar. Alih-alih terus bertanya “Itu apa?”, Bunda dapat mengatakan, “Wah, ada pesawat. Pesawatnya terbang tinggi.”
Hindari pula membandingkan jumlah kata anak dengan saudara atau teman sebaya. Milestone perkembangan berguna untuk pemantauan, tetapi setiap anak memiliki perjalanan perkembangan yang perlu dilihat secara menyeluruh.