Bocah SD Korban Bullying Meninggal Dunia, Cegah Anak Jadi Korban dengan Ini

admin
9 Min Read
Bullying pada Anak
Bullying pada Anak

Sedangkan sejak tahun 2011-2019 tercatat ada 574 anak laki-laki dan 425 anak perempuan menjadi korban perundungan di sekolah. Sebanyak 440 anak laki-laki dan 326 anak perempuan tercatat sebagai pelaku perundungan di sekolah.

Adapun pada sepanjang tahun 2021 setidaknya ada 53 kasus perundungan yang terjadi di berbagai jenjang di satuan pendidikan. Jumlah ini menurun karena sebagian besar sekolah ditutup karena pandemi. Dan baru melejit pesat setelah kembali diberlakukan sekolah tatap muka.

Strategi Menangkal Bullying

Bullying ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi berbagai negara mengalami kondisi darurat bullying. Dengan maraknya kasus ini, maka orang tua perlu untuk menanamkan kepada si Kecil agar ia dapat menghindari dan bahkan melawan bullying dari lingkungannya.

Baca Juga  Alami Kebutaan, Mata Siswi Kelas 2 SD Diduga Dicolok Tusukan Bakso Oleh Kakak Kelasnya

Berikut beberapa strategi yang dapat diajarkan kepada si Kecil agar ia tak menjadi korban bullying yang dirangkum dari Verywell Family:

1. Tampilkan Bahasa Tubuh Percaya Diri

Menunjukkan Gestur Percaya Diri di Depan Umum
Menunjukkan Gestur Percaya Diri di Depan Umum

Menampilkan bahasa tubuh penuh percaya diri ketika di depan umum membuat anak terhindar dari intimidasi. Anak-anak yang bungkuk dan mengalihkan pandangannya dapat terlihat lemah dan mudah menjadi sasaran.

Sangat disayangkan, tetapi fakta bahwa anak-anak dengan harga diri rendah lebih cenderung menjadi korban bullying. Ayah dan Bunda bisa membantu menunjukkan gestur tubuh percaya diri dengan langkah sebagai berikut:

  • Berjalan dengan menatap ke depan dan bahu tegap yang menunjukkan seolah telah memiliki tujuan yang jelas.
  • Melakukan kontak mata dengan cara yang netral (tidak agresif) dengan orang-orang di sekitar mereka memproyeksikan kepemimpinan dan kepercayaan diri.
  • Tersenyum pada orang lain, ini dapat menciptakan rasa koneksi sambil meningkatkan harga diri. Sikap ini juga membantu menangkal isolasi sosial, yang dapat mengarahkan pada intimidasi.
  • Berbicara dengan suara yang netral dan tenang kepada pelaku intimidasi seringkali sangat efektif. Kita tidak perlu menanggapi komentar yang tidak baik. Sebagai gantinya, cukup hanya dengan mengatakan “Permisi” atau “Saya sedang dalam perjalanan ke kelas, bicara lagi nanti.” Selain itu juga bisa dengan hanya melakukan kontak mata dan mengabaikan apa pun yang dikatakan pelaku intimidasi.
Baca Juga  Waspada Bunda! Bullying Dapat Menimpa si Kecil, Ini Dampak yang Akan Dirasakannya

2. Yakin pada Insting

Ajari anak-anak untuk menyadari lingkungan mereka. Meskipun Bunda tidak ingin mereka hidup dalam ketakutan, sebaiknya jauhkan ponsel mereka dan waspada jika mereka berada di suatu tempat yang kemungkinan besar akan bertemu dengan pelaku intimidasi.

Bunda perlu meyakinkan kepada si Kecil jika ada yang tidak beres, ia harus memercayai instingnya dan meninggalkan area tersebut. Jika itu tidak memungkinkan, maka saatnya menggunakan keterampilan lain seperti bahasa tubuh percaya diri, suara tegas, dan berbicara dengan orang lain. 

Menyadari apa yang terjadi di sekitar mereka (mindfulness) dapat membantu anak untuk menghindari bahaya seperti dirampok atau diserang.

Share this Article
Reading: Bocah SD Korban Bullying Meninggal Dunia, Cegah Anak Jadi Korban dengan Ini