3. Tetap Berkelompok
Jika memungkinkan sebaiknya tetap berkelompok ketika berada di tempat umum. Hal ini terutama berlaku ketika mereka berada di area sekolah yang dikenal sebagai hotspot intimidasi, seperti kafetaria, taman bermain, bus, kamar mandi, dan sekolah.
Jika anak Bunda tidak memiliki sekelompok teman, berusahalah untuk membantu mereka mengembangkan persahabatan. Bahkan satu teman dekat bisa sangat membantu dalam mencegah intimidasi.
4. Gunakan Suara yang Tegas
Jika anak benar-benar berakhir dalam situasi intimidasi yang mengarah pada bullying, menggunakan suara percaya diri dan bersikap asertif (tegas) dapat membantu meredakan situasi. Sering kali, pelaku intimidasi mencari sasaran empuk yaitu anak-anak yang terlihat lemah.
Seperti bahasa tubuh yang percaya diri, suara yang kuat dan percaya diri dapat membuat pelaku intimidasi mundur. Ajarkan anak-anak untuk berbicara dengan tegas di rumah sehingga itu dapat diterapkan ketika mereka berada dalam situasi yang sulit.

5. Berteriak Ketika Diganggu
Ajarkan kepada anak untuk membuaat keributan jika seseorang mengancam atau menyakiti mereka secara fisik. Selain menggunakan suara yang kuat, mereka juga bisa membentak atau menjerit untuk menarik perhatian orang lain.
Taktik ini juga penting jika anak diserang oleh orang asing selama percobaan penculikan. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap situasi intimidasi itu berbeda-beda.
Jika anak Bunda tidak disakiti secara fisik oleh pelaku intimidasi dan dapat keluar dari situasi tersebut dengan aman tanpa membuat keributan, itu adalah pilihan terbaik. Meneriaki mereka bisa saja justru dapat memperkeruh masalah.
6. Ajarkan Bela Diri
Mengajarkan bela diri kepada si Kecil tampaknya menjadi sangat penting untuk situasi saat ini. Baik laki-laki maupun perempuan bisa diajarkan untuk bela diri. Dengan mempelajari teknik bela diri ini dapat meningkatkan kepercayaan diri si Kecil dan juga membuat fisiknya semakin kuat.
Demikian beberapa strategi yang dapat diajarkan kepada si Kecil agar ia bisa terhindar dari bullying. Tidak hanya untuk anak-anak, ini juga bisa diterapkan oleh orang dewasa ketika berada di tempat umum. Karena tidak hanya anak-anak saja yang bisa mendapatkan intimidasi, orang dewasa pun berpeluang sama.