DHA untuk Anak: Seberapa Penting untuk Perkembangan Otak dan Apa Sumber Makanannya?

Syafaria Hadyandari
11 Min Read
Anak makan ikan sebagai sumber DHA dan omega-3
Anak makan ikan sebagai sumber DHA dan omega-3
Sumber DHA dan omega-3 untuk anak dari makanan
Sumber DHA dan omega-3 untuk anak dari makanan

Dari Mana Anak Bisa Mendapatkan DHA?

Sumber utama DHA dan EPA adalah ikan, terutama ikan berlemak. Pilihan dapat disesuaikan dengan ketersediaan lokal, budaya makan, dan kemampuan keluarga. Salmon dan sarden dikenal sebagai sumber omega-3, tetapi pilihan tidak harus mahal. Berbagai ikan lokal juga dapat menjadi bagian dari menu selama aman, segar, dimasak matang, dan durinya diperhatikan.

Untuk bayi yang sudah memasuki masa MPASI, ikan dapat diperkenalkan sebagai bagian dari makanan pendamping sesuai kesiapan usia dan tekstur. WHO menekankan bahwa mulai sekitar usia 6 bulan, anak membutuhkan makanan pendamping yang cukup energi, protein, dan mikronutrien; pola makan 6–23 bulan juga dianjurkan beragam dan mencakup pangan hewani seperti daging, ikan, atau telur.

Baca Juga  Camilan Sehat yang Mendukung Energi Anak Aktif

Selain ikan, beberapa telur atau produk pangan dapat mengandung DHA dalam jumlah yang bervariasi, termasuk produk yang diperkaya. Namun label “mengandung DHA” tidak otomatis menjadikan satu produk lebih baik secara keseluruhan. Periksa juga kandungan gula, natrium, protein, serta komposisi total makanan.

Cara Memilih Ikan yang Aman untuk Anak

Ikan memberi lebih dari sekadar DHA. Ikan juga dapat menyediakan protein, vitamin B12, vitamin D pada beberapa jenis, selenium, zat besi, seng, yodium, dan kolin. FDA dan EPA menekankan bahwa ikan merupakan bagian dari pola makan sehat dan memberi nutrien yang mendukung perkembangan otak anak.

Di sisi lain, beberapa ikan dapat mengandung merkuri lebih tinggi. Karena itu, pilih variasi ikan yang lebih rendah merkuri dan sesuaikan porsinya dengan usia. Panduan FDA/EPA untuk anak usia 1–11 tahun menyarankan dua porsi ikan per minggu dari kategori “Best Choices”, dengan ukuran porsi yang lebih kecil daripada orang dewasa. Panduan lokal Indonesia tetap perlu menjadi acuan utama bila tersedia untuk jenis ikan yang biasa dikonsumsi keluarga.

Baca Juga  Menu Makanan Pencegahan Stunting Hanya Nasi dan Sayur Tahu, Padahal Anggaran 4,4 Miliar

Saat menyiapkan ikan untuk anak, masak hingga matang, buang duri dengan teliti, dan sesuaikan tekstur dengan kemampuan makan. Untuk bayi dan balita, hindari bentuk makanan yang meningkatkan risiko tersedak.

Bagaimana Jika Anak Tidak Suka Ikan?

Tidak perlu menjadikan meja makan sebagai arena konflik. Anak dapat membutuhkan banyak paparan sebelum menerima rasa atau tekstur baru. Mulailah dari porsi kecil dan bentuk yang familiar: ikan suwir dalam nasi, perkedel ikan rumahan, sup ikan, atau ikan cincang yang dicampurkan dengan makanan keluarga.

Jika anak menolak ikan, tetap sediakan variasi makanan lain yang mendukung kebutuhan lemak dan zat gizi: telur, kacang atau biji sesuai usia dan keamanan, tahu, tempe, alpukat, serta minyak nabati dalam porsi yang sesuai. Sumber ALA seperti beberapa biji dan minyak nabati tetap merupakan bagian dari pola makan sehat, walaupun konversi ALA menjadi DHA dalam tubuh terbatas.

Baca Juga  Omega-3 untuk Anak: Kenali DHA, EPA, ALA, dan Sumber Makanannya
Share this Article
Reading: DHA untuk Anak: Seberapa Penting untuk Perkembangan Otak dan Apa Sumber Makanannya?