HALLOBUNDA.CO – Bunda mungkin pernah bertanya, “Anakku sudah tidur delapan jam, kok masih rewel?” atau sebaliknya, “Si Kecil tidur lama sekali, apakah normal?” Jawabannya tidak bisa dilepaskan dari usia. Kebutuhan tidur bayi, balita, anak sekolah, dan remaja memang berbeda.
Tidur bukan sekadar jeda setelah anak bermain. Saat tidur, tubuh dan otak menjalankan proses penting yang mendukung pemulihan fisik, pembelajaran, memori, suasana hati, dan tumbuh kembang. Karena itu, porsi tidur anak perlu dilihat sebagai salah satu bagian dari pola hidup sehat—bersama nutrisi, aktivitas fisik, stimulasi, dan hubungan yang hangat dengan keluarga.
American Academy of Sleep Medicine (AASM), yang rekomendasinya juga digunakan oleh American Academy of Pediatrics (AAP), memberikan rentang total tidur dalam 24 jam berdasarkan usia. Angka ini membantu orang tua memiliki acuan, tetapi tetap perlu dibaca bersama kondisi masing-masing anak.
Berapa Jam Porsi Tidur Anak Sesuai Usia?
| Usia | Rekomendasi total tidur | Catatan |
| 4–12 bulan | 12–16 jam/24 jam | Termasuk tidur siang. |
| 1–2 tahun | 11–14 jam/24 jam | Termasuk tidur siang. |
| 3–5 tahun | 10–13 jam/24 jam | Termasuk tidur siang bila masih dibutuhkan. |
| 6–12 tahun | 9–12 jam/24 jam | Umumnya kebutuhan dipenuhi terutama pada malam hari. |
| 13–18 tahun | 8–10 jam/24 jam | Remaja sering memiliki kecenderungan biologis tidur lebih larut, tetapi tetap memerlukan durasi cukup. |
Catatan: rekomendasi AASM dimulai dari usia 4 bulan. Bayi baru lahir memiliki pola tidur yang belum teratur dan kebutuhan tidur individual yang luas; bila Bunda khawatir tentang pola tidur atau kemampuan bayi bangun untuk menyusu, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Mengapa Angkanya Berupa Rentang, Bukan Satu Angka?
Karena anak bukan jam dinding. Dua anak dengan usia sama dapat memiliki kebutuhan tidur yang sedikit berbeda. Faktor perkembangan, aktivitas harian, kondisi kesehatan, tidur siang, dan ritme biologis dapat memengaruhi total tidur. Karena itu, target yang lebih sehat adalah melihat apakah anak berada di sekitar rentang yang direkomendasikan secara konsisten dan berfungsi baik pada siang hari.
IDAI juga menekankan bahwa kecukupan tidur tidak dinilai secara kaku dari jumlah jam saja. Jadwal yang teratur, total tidur, tidur siang, dan konsolidasi tidur perlu dilihat bersama. Anak yang cukup tidur umumnya lebih mudah tertidur, lebih mudah bangun pada waktu yang wajar, dan tidak terus-menerus membutuhkan tidur tambahan di luar kebutuhan perkembangannya.