Meskipun sering dibully oleh temannya, F sama sekali tidak pernah menceritakan hal tersebut kepada gurunya.
“F enggak pernah cerita diolok-olok, tapi sebelum kejadian itu saya sempat bilang ke wali kelasnya yang terjadi sama anak didiknya,” ungkap Diana.
“Tapi itu bukan kuasa saya (menghentikan olok-olok),” sambungnya.
Lebih lanjut, jauh sebelum diberitakan F harus kehilangan sebelah kakinya usai di sliding oleh teman sekolah.
Kejadian tersebut berawal saat Februari 2023, anak yang baru berusia 12 tahun itu dan kelima temannya ingin jajan di luar sekolah.
Tiba-tiba salah satu teman F melakukan aksi yang tak pantas dilakukan yakni menyeledingnya saat ia melintas di hadapan anak tersebut.
Setelah di sliding oleh temannya, F kemudian terjatuh lalu kakinya terlihat memar, tetapi tidak ada luka di luar.
Singkat cerita, selama beberapa hari kemudian F merasakan sakit yang luar biasa pada kakinya, pada akhirnya Diana memaksa untuk sang buah hatinya untuk bercerita.
Setelah F bercerita kepada sang ibunda tercinta, Diana pun bergegas untuk membawa anaknya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
“Dirontgen dan dirujuk ke MRI, didiagnosis ada infeksi dalam, itu pada akhir Maret, karena prosesnya enggak cepat, kami berusaha obati terlebih dahulu,” curhat Diana.
Semua upaya telah dilakukan untuk penyembuhan F, namun semua hal tersebut tak memberikan hasil untuk kesembuhan anaknya.
Bahkan lebih buruknya lagi kondisi F semakin memburuk, puncaknya pada Agustus 2023 dokter melakukan tindakan operasi amputasi, karena kondisi kaki yang didiagnosis kanker tulang.
“Informasi dari dokter, benturan dan cedera yang dialami F memicu aktif munculnya kanker tulang,” ujar Diana.
“Dan sekarang sudah menyebar dan terjadi perdarahan, jadi harus diamputasi,” tutup Diana.
Jika melihat kasus yang di atas peran orang tua sangat penting, yakni jangan sampai seorang anak melakukan bullying kepada temannya, khususnya di lingkungan sekolah.