Dengan demikian, WHO menilai ada beberapa kasus infeksi pada bayi baru lahir yang tidak didiagnosa maupun tidak dilaporkan.
Sejauh ini belum ada obat antivirus yang secara spesifik dapat mengobati dari wabah E11. Adapun, pengobatan echovirus-11 saat ini hanya fokus pada pencegahan komplikasi akibat E11.
Negara-Negara yang Terjangkit Wabah Echovirus-11

WHO secara khusus sudah menyoroti enam negera di Eropa yang telah tejangkit wabah E11. Seperti Prancis, Kroasia, Italia, Spanyol, Swedia, dan Inggris.
Sementara itu, ada lima negara lain yang telah melaporkan infeksi E11 terhadap bayi baru lahir, yakni Austria, Belgia, Denmark, Belanda, dan Norwegia.
1. Kroasia
Pemerintah Kroasia baru melaporkan satu kasus echovirus-11 yang terjadi pada Juni 2023 dari dua rumah sakit bersalin yang berbeda.
Otoritas setempat terus menginvestigasi Echovirus-11 tanpa ada kasus tambahan sejauh ini.
Strategi penanggulangan yang dipilih pemerintah Kroasia adalah mengisolasi dan memilah jenis enterovirus dari kasus yang terdeteksi. WHO juga melaporkan proses tersebut masih berlangsung.
2. Prancis
Prancis telah melaporkan sembilan kasus keracunan darah pada bayi baru lahir akibat E11 dengan gejala berat hingga 26 Juni 2023.
Adapun, enam dari sembilan kasus terjadi pada tahun lalu, yakni masing-masing dua kasus pada Juli, Oktober, dan Desember 2022.
Namun, satu kasus infeksi E11 pada tahun ini terjadi Januari 2023 dan dua kasus pada April 2023.
Sebanyak tujuh bayi baru lahir dari sembilan kasus infeksi E11 dilaporkan telah meninggal dunia. Sedangkan dua bayi lainnya telah dipulangkan dari rumah sakit.
Prancis menyatakan E11 sebagai wabah pada 2023, namun belum ada tambahan kasus E11 setelah pengumuman tersebut hingga saat ini.
Pemerintah Prancis terus memberikan informasi terkait E11 ke seluruh negara anggota Uni Eropa, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa, dan WHO.
Rincian terkait kasus yang telah dilaporkan telah terbitkan pada Eurosurveillance.
3. Italia
Sebanyak tujuh kasus E11 telah terkonfirmasi di Negara Spaghetti ini, yang terjadi pada April-Juni 2023.
Sejauh ini baru satu bayi baru lahir yang telah dipulangkan dari rumah sakit. Satu bayi menunjukkan perbaikan dan satu bayi masih berada di NICU.
Sebanyak dua kasus lainnya menunjukkan hasil tes positif tanpa adanya gejala yang signifikan.
Sementara itu, dua kasus lainnya masih dalam tahap investigasi. Rincian dari dua kasus positif E11 telah dipublikasikan dalam Eurosurveillance.
Pemerintah Italia kini menginvestigasi kemungkinan infeksi E11 dalam negerinya.
4. Spanyol
Pemerintah Spanyol telah mengumumkan dua kasus positif E11 hingga 26 Juni 2023.
Selain itu, pemerintah Negeri Matador tersebut terus melakukan investigasi terkait kasus positif E11. Secara rinci, E11 secara positif menjangkit bayi kembar yang lahir secara prematur pada Januari 2023.
Salah satu bayi tersebut tercatat meninggal dunia, sedangkan saudaranya kini telah dipulangkan dari rumah sakit.
Diagnosis bayi yang meninggal adalah infeksi kemungkinan berasal dari sang ibundanya.