Kejam! Gegara Nunggak Bayar SPP, Siswa SD Dihukum Duduk di Lantai

Lafa Zidan Alfaini
6 Min Read
Kejam! Gegara Nunggak Bayar SPP, Siswa SD Dihukum Duduk di Lantai

Kisah Seorang Anak SD Disuruh Duduk di Lantai Gegara Nunggak SPP

Kisah Seorang Anak SD Disuruh Duduk di Lantai Gegara Nunggak SPP

Ketika MI mengadu bahwa dirinya dihukum lantaran sudah menunggak SPP, Kamelia awalnya tidak percaya.

Namun, setelah mendengar langsung dari teman-teman anaknya, Kamelia langsung bergegas ke sekolah.

“Kawan-kawannya bilang, saya sedih sekali,” ucap Kamelia.

Bukan hanya itu saja, ibu yang baru berusia 38 tahun itu merasa perlakuan ini tidaklah adil.

Dirinya berharap hukuman diberikan kepada Kamelia sebagai orang tua, bukan anaknyalah yang merasakan hukuman seperti itu.

“Kalau mau hukum, jangan anak saya, saya saja. Anak saya cuma mau belajar,” ungkapnya.

Usai melihat anaknya seperti dipajang dihadapan rekannya, sempat berdebat dengan guru sekaligus wali kelas yang memberi hukuman.

Baca Juga  Pasangan Ini Ajarkan Anaknya Puasa Gadget, Begini Perubahannya Setelah Terlepas dari Gadget

Langsung diutarakan oleh Kamelia, dengan nada agak ketus, HRYT menyatakan apa yang dilakukan merupakan peraturan yang berlaku di sekolah.

Hal tersebut dapat terjadi apabila siswa tidak melunasi uang sekolah dilarang ikut belajar.

“Kemudian wali kelasnya datang dan bilang ‘kan sudah saya bilang, peraturan yang belum bayar dan lunas tidak dibenarkan ikut sekolah’,” ungkap Kamelia menirukan ucapan guru yang menghukum anaknya.

Kemudian, HRYT menyatakan kalau MI sebenarnya disuruh pulang karena orang tuanya belum bayar SPP.

Tapi karena bocah 10 tahun itu tak mau pulang, lantas HRYT menyuruh MI duduk di lantai selama berjam-jam.

Sebelum anaknya disuruh duduk di lantai dan tak boleh ikut pelajaran, Kamelia sempat meminta dispensasi kepada wali kelasnya supaya MI bisa ikut ujian semester pada Desember 2024 lalu.

Baca Juga  Jangan Anggap Sepele! Aneurisma Otak Bisa Saja Pecah Mendadak Saat Beraktivitas

Permohonan keringanan ini karena ia tidak punya uang, ditambah sedang sakit.

Kemudian, pihak sekolah mengizinkan anaknya ujian meski saat pembagian rapor, tak dibolehkan mengambil.

Ketika masa libur sekolah, sempat ada pengumuman melalui grup WhatsApp yang menyatakan bagi siswa yang belum melunasi uang SPP, uang buku dan remedial dilarang ikut belajar mengajar lagi.

Namun pernyataan dikira Kamelia hanya candaan, tidak akan diterapkan. Sampailah pada tanggal 6 Januari 2024, awal mula proses belajar mengajar setelah libur semester.

Hari pertama masuk sekolah, MI langsung duduk di lantai. Namun ia tidak menceritakan kepada orang tuanya.

“Ibu-ibu mohon kerjasamanya yang belum menerima raport ataupun belum lunas SPP dan membayar uang buku mohon datang ke sekolah karena tidak dibenarkan anaknya mengikuti pelajaran kalau itu belum selesai,” ungkap Kamelia menirukan.

Baca Juga  Banjir Bandang di Sukabumi, Ibu dan Anak Meninggal Berpelukan saat Hanyut

Karena ada pengumuman tersebut, Kamelia mengirimkan pesan suara kepada guru kalau ia belum bisa datang dan esok harinya baru bisa.

Alasan lainnya, ia yang sebagai relawan di Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) sedang membantu mendampingi seorang pasien.

“Akhirnya saya voice note, saya izin belum bisa datang. Itulah rencana saya rabunya saya datang karena ada pasien urgent, kan dari semalam berkas belum selesai,” ucap Kamelia.

TAGGED:
Share this Article
Reading: Kejam! Gegara Nunggak Bayar SPP, Siswa SD Dihukum Duduk di Lantai