Lalu betapa terkejutnya mereka, melihat sosok Budiati sudah terbujur kaku di atas ranjang, sambil memeluk bayi mungilnya.
Adapun anak pertamanya dan keduanya yang berusia 4 dan 2 tahun memeluk sang ibunda dari belakang.
Sementara itu di wajah dari Budiati tampak ada bekas luka lebam sehabis dianiaya.
“Dari hasil otopsi dapat disimpulkan bahwa sebelum tewas Budiati sempat menerima tindakan penganiayaan,” ucap Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Onkoseno G Sukahar.
Akhirnya Polisi Menangkap Suami yang Aniaya Istrinya
Diketahui Mashuri telah mengenakan kaus oranye, dan menunduk-nunduk malu saat digelandang ke ruang interogasi Sat Reskrim Polresta Pati, pada Jumat (16/6/2023).
Saat diinterogasi, Mashuri mengakui kerap memukuli istrinya sendiri, dianiaya secara terus menerus.
Di saat Budiati yang masih berada di dalam masa nifas, berjuang melawan rasa sakit seusai melahirkan, dirinya malah harus menerima pukulan hingga berkali-kali.
Polisi menduga usai dianiaya suaminya yang menjadi penyebab Budiati berpulang kepada sang pencipta.
“Dari hasil otopsi, ditemukan memar-memar di kepala korban yang pada akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Onkoseno.
Menurut Onkoseno, Mashuri mengaku marah pada istrinya dan melakukan penganiayaan lantaran dipicu oleh rasa cemburu buta.
“Dia bilang, saat mau melihat HP istrinya, dia dilarang, hal ini membuat pelaku mengira istrinya punya selingkuhan,” ucap Onkoseno.
Mengejutkannya lagi, saat kejadian Mashuri membuat skenario seolah-olah dirinya tak tahu menahu tentang kematian sang istrinya.