Oleh karena itu, sebaiknya di trimester ini Bunda puasa kafein dulu mengingat pada trimester ini kehamilan masih tergolong rawan akan keguguran.
Apalagi trimester pertama merupakan fase awal pembentukan dan perkembangan janin, begitu masuk ke dalam tubuh, kafein juga akan disalurkan ke bayi melalui plasenta.
2. Tidak Boleh Leboh dari 1 Cangkir per Hari
Sebaiknya konsumsi kafein (baik dari kopi atau minuman berenergi) pada mamil dibatasi dengan jumlah maksimal 200 mg per hari.
Sebagai gambaran, dalam 8 ons (sekitar 200 ml) minuman kopi terdapat 95-200 mg kafein.
Sementara, dalam minuman kopi Cappuccino berukuran 16 ons (sekitar 400 ml) terkandung 150 mg kafein.
March of Dimes (organisasi non profit yang bekerja untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di Amerika Serikat) menegaskan, bahwa hingga ada penelitian lebih konklusif yang dilakukan, bumil harus membatasi asupan kafein kurang dari 200 mg per hari.
Dengan kata lain, bumil sebaiknya hanya mengonsumsi sekitar 12 oz (354ml) atau secangkir kopi per hari.
Efek lainnya bila bumil terlalu banyak mengonsumsi kafein, akan dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan kadar cairan tubuh dan dapat menyebabkan dehidrasi yang berbahaya bagi kesehatanmu dan bayi.
Itulah mengapa, konsumsi kopi dan teh selama hamil sebaiknya dibatasi.
3. Boleh Minum di Trimester Dua dan Tiga, Tapi Tetap Batasi
Karena risiko keguguran sudah jauh berkurang, kamu boleh menikmati sedikit kopi, teh, atau cokelat di antara jadwal makan rutin Bunda.
Tapi, pastikan Bunda tidak mengonsumsi lebih dari yang dianjurkan, ya. Kamu bisa menyiasatinya dengan minum kopi yang lebih encer atau beralih ke teh yang kadar kafeinnya lebih rendah.
Bisa juga dengan mengurangi takaran kopi, lalu campur dengan susu yang lebih banyak.
Menurut jurnal yang dipublikasikan di International Journal of Obstetric Gynecology di tahun 2015, konsumsi kafein yang berat terbukti dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran.