3. Tak Lupa untuk Rencanakan Aktivitas yang Menyenangkan
Agar sang buah hati tidak rewel dan menangis selama ditinggal Bunda pergi, pengasuh harus pintar-pintar dalam mendistraksi perhatian si Kecil dengan aktivitas yang disukainya.
Sebelum Bunda pergi, rencanakan terlebih dahulu aktivitas apa saja yang bisa dilakukan pengasuh dan anak di rumah.
Semakin seru aktivitas yang dilakukan oleh sang buah hati, maka semakin betah anak di rumah.
Sang buah hati pastinya memiliki feeling yang kuat terhadap Bunda, jika Bunda tidak tak tega untuk meninggalkan anak.
Anak pastinya bisa merasakannya juga, meninggalkan anak di rumah memang sangatlah susah.
4. Tanyakan Kesiapan Anak
Bunda harus mengetahui secara betul kapan sang buah hati siap untuk tinggal di rumah sendirian.
Usia memang merupakan faktor utama, tetapi setiap anak pastinya berbeda-beda, termasuk tingkat kedewasaannya.
Sebelumnya, ada yang mengatakan bahwa Bunda seharusnya tidak meninggalkan anak-anak di bawah usia 10 tahun di rumah sendirian.
Namun sekali lagi, usia tidak bisa dijadikan patokan untuk hal tersebut, lantaran banyak anak-anak yang belum memiliki kematangan dan keterampilan untuk merespon keadaan darurat ketika mereka sendirian.
5. Bicarakan Pada si Kecil
Mungkin Bunda bisa mulai membahasnya dan mengukur seberapa siap si Kecil terhadap kondisi tersebut.
Cara yang bisa dilakukan yakni dengan merencanakan dan lakukan beberapa latihan bersama sang buah hati.
Bunda bisa coba membiarkan sang buah hati tinggal sendirian di rumah selama 40 menit hingga 1 jam.
Sementara Bunda tetap mengawasinya dari jarak dekat dan cari tempat yang lebih mudah dijangkau.
Ketika Bunda kembali, diskusikan apa yang dirasakannya saat Bunda pergi dan bicarakan hal-hal atau keterampilan yang mungkin perlu dipelajari sang buah hati.***