Di tahun 2023 angka ini memang naik untuk periode Januari, tetapi jika dibandingkan dengan tahun 2022 sebetulnya angkanya sama.
Menurut Imran, tahun 2023 bisa menurunkan angka kejadian dan kematian DBD itu sebesar 30% dibandingkan dengan tahun 2022.
Lebih lanjut, demam berdarah adalah salah satu penyakit yang perlu diwaspadai di musim penghujan.
Penyakit ini ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypty betina yang terinfeksi virus dengue.
Penangan medis yang tepat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi DBD dan berisiko fatal.
Ada gejala demam berdarah yang bisa dirasakan oleh sang buah hati maupun orang dewasa.
Berikut ciri-ciri berdarah ini bisa dikenali lewat pendarahan, nyeri, gangguan pencernaan, sampai syok, di antaranya:
- Demam tinggi, mendadak, terus-menerus, selama 2-7 hari
- Tanda perdarahan, seperti muncul ruam berupa bintik-bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah, muntah berdarah, atau buang air besar berdarah.
- Sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, atau nyeri di belakang mata.
- Gangguan pencernaan yang ditandai mual, muntah, sakit perut di ulu hati atau di bawah tulang iga.
- Terkadang disertai sakit tenggorokan, batuk, pilek.
- Pada kondisi syok, penderita merasa lemas, gelisah, dan kesadaran menurun.
- Demam tinggi pada bayi terkadang bisa menyebabkan kejang.
Jika sudah mengetahui gejala, maka dari itu harus mengetahui cara melindungi sang buah hati agar tidak terkena DBD.
3 Cara Melindungi si Kecil dari DBD

Berikan perhatian yang serius terhadap nyamuk DBD yang ada di dalam rumah, lakukan tindakan yang tepat sesegera mungkin untuk mengatasi, dan membasminya.
Untuk melindungi sang buah hati jangan menunggu dirinya terkena DBD, karena penyakit ini merupakan salah satu yang mematikan.
Berikut ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh Bunda dan Ayah untuk melindungi sang buah hati, di antaranya: