2. Orang yang Sudah Menjadi Perokok Aktif
Perokok lebih berisiko mengalami gangguan fungsi paru dan saluran pernapasan pada orang-orang yang sudah menjadi perokok aktif.
Hal ini akan mengakibatkan perokok juga rentan mengalami penyakit tersebut dan cenderung lebih sulit untuk pulih.
3. Penderita Gangguan Jantung dan Paru-paru
Penyakit ini lebih sering terjadi pada seseorang yang sudah memiliki penyakit jantung atau gangguan pada paru-paru sebelumnya.
Bagi penderita gangguan jantung dan paru-paru jika ingin keluar rumah diwajibkan menggunakan masker.
4. Orang yang Daya Tahan Tubuhnya Lemah
Sistem kekebalan tubuh sangat berpengaruh dalam melawan infeksi virus atau bakteri.
Ketika daya tahan tubuh menurun, misalnya orang-orang yang menderita AIDS atau kanker, maka risiko terinfeksi akan makin meningkat.
Diagnosis ISPA
Cara mendiagnosisnya dengan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan yang dialami pasien.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan pada telinga, hidung, dan tenggorokan, untuk mendeteksi kemungkinan infeksi.
Dokter juga akan memeriksa suara napas pasien dengan stetoskop, untuk memantau apakah terjadi penumpukan cairan atau peradangan di paru-paru.
Jika pasien menderita sesak napas, dokter akan memeriksa kadar oksigen dalam tubuh dengan alat pulse oxymetry.
Bila penyakit tersebut karena virus, dokter tidak akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, lantaran sembuh dengan sendirinya setelah beberapa minggu.
Meski begitu, perbaikan atau perburukan gejala perlu tetap dipantau. Bila dicurigai terkena penyakit tersebut yang disebabkan oleh kuman yang spesifik, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut:
- Pengambilan sampel dahak atau usap tenggorokan, mengetahui jenis virus atau bakteri.
- Foto rontgen dada atau CT scan, untuk memeriksa kondisi paru-paru.***