3 Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk

Perbedaan stunting dan gizi buruk juga dapat dilihat dari sejumlah faktor lainnya, di antaranya:
1. Gejala Stunting dan Gizi Buruk
Gejala stunting paling utama tampak pada ukuran tinggi si anak. Anak yang mengalami stunting umumnya memiliki tubuh yang lebih pendek dibanding anak seusianya.
Gejala stunting biasanya baru akan terlihat saat anak menginjak usia dua tahun. Selain itu, stunting juga ditandai dengan:
Berat badan yang lebih rendah dibanding anak seusianya, pertumbuhan tulang yang tertunda, dan wajah tampak lebih muda atau kecil untuk seusianya.
Sementara itu, anak yang mengalami gizi buruk akan menunjukkan gejala berupa:
Kurus atau memiliki berat badan yang rendah untuk seusianya, kulit kering, rambut tipis, lemah dan lesu, perut tampak buncit, dan sistem imun yang rendah sehingga rentan terkena penyakit.
2. Penyebab Stunting dan Gizi Buruk
Seperti yang dijelaskan di atas, stunting dan gizi buruk adalah dua kondisi yang disebabkan oleh kekurangan gizi.
Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi yang terjadi dalam waktu lama, biasanya sejak janin dalam kandungan hingga awal kehidupan anak (1.000 Hari Pertama Kelahiran).
Penyebab stunting juga kerap diasosiasikan dengan kebutuhan gizi si ibu yang tak terpenuhi selama masa kehamilan, serta praktik pemberian makan bayi yang tidak tepat pada awal kehidupannya.
Berbeda dengan stunting yang dimulai sejak masih dalam kandungan, gizi buruk terjadi ketika anak sudah dilahirkan.
Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dari makanan yang dikonsumsi anak.
Gizi buruk juga bisa disebabkan oleh infeksi penyakit tertentu, seperti diare serta kondisi lain yang memengaruhi nafsu makan dan kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi.