
4. Gunakan permainan “Bunda–Anak”
Bunda membuat satu bunyi pendek, lalu berhenti beberapa detik sambil memberi ruang kepada anak. Setelah anak memberi respons apa pun, balas kembali. Pola bergiliran ini lebih penting daripada mengejar jumlah pengulangan. Hindari mengatakan “ayo ulangi” berkali-kali jika anak terlihat tidak nyaman.
5. Sisipkan bunyi dalam buku dan lagu
Saat membaca buku bergambar, berhenti pada objek yang mudah diberi suara: “kereta… tut-tut!” atau “bebek… kwek-kwek!”. Pada lagu, sisakan bagian bunyi yang berulang dan tunggu apakah anak mengisi dengan suara, gerakan, atau ekspresi. Jika belum, Bunda cukup memberi contoh lalu melanjutkan.
Jangan Kejar Bunyi yang Harus Sempurna
Pengucapan anak berkembang bertahap. CDC menyarankan orang tua memberi model bagaimana kata terdengar meskipun anak belum dapat mengucapkannya dengan jelas. Jadi, jika bunyi anak berbeda dari contoh Bunda, hindari terlalu sering membetulkan. Respons hangat dan model yang jelas lebih sesuai untuk menjaga interaksi tetap menyenangkan.
Berapa Lama Latihan Meniru Bunyi Dilakukan?
Tidak ada kebutuhan untuk membuat sesi panjang. Masukkan permainan bunyi ke momen yang sudah ada—saat mandi, membaca, bermain mobil, atau membereskan mainan. Beberapa menit dengan perhatian penuh dapat terasa lebih natural daripada latihan berulang ketika anak sudah kehilangan minat. Berhenti atau ganti aktivitas jika ia memalingkan wajah, menjauh, atau tampak frustrasi.
Kapan Perkembangan Bahasa Anak Perlu Dikonsultasikan?
Latihan meniru bunyi adalah stimulasi, bukan alat diagnosis. Milestone CDC menyebut bahwa pada usia 2 tahun sebagian besar anak sudah dapat menggabungkan setidaknya dua kata, misalnya “more milk”, dan pada 30 bulan sekitar 50 kata serta kombinasi dua kata atau lebih mulai menjadi acuan perkembangan. Milestone bukan pengganti skrining terstandar. Jika anak kehilangan kemampuan yang pernah dimiliki, kurang merespons suara, atau Bunda khawatir dengan perkembangan komunikasinya, diskusikan dengan dokter anak atau profesional terkait.
Dari Bunyi Sederhana Menuju Percakapan
Latihan meniru bunyi anak tidak harus dimulai dari instruksi. Kadang langkah terbaik adalah mendengarkan suara anak, menirunya, lalu memberi ruang agar ia membalas. Dari pertukaran kecil seperti “ba–ba”, “meong”, atau “brum”, anak belajar bahwa komunikasi berlangsung dua arah. Jadikan kegiatan ini bagian dari bermain bersama, sambil tetap mengikuti minat dan kesiapan si Kecil.
Bunda ingin menambah variasi permainan bahasa di rumah? Lanjutkan ke artikel “Aktivitas Indoor 15 Menit untuk Motorik dan Bahasa Anak”, lalu pilih satu aktivitas yang paling sesuai dengan minat si Kecil hari ini.
FAQ (People Also Ask)
Apakah meniru bunyi dapat membantu stimulasi bicara anak?
Permainan meniru bunyi dapat menjadi salah satu stimulasi komunikasi karena melibatkan perhatian bersama, respons, dan giliran interaksi. Namun, kegiatan ini bukan jaminan anak akan lebih cepat bicara dan bukan pengganti evaluasi bila ada kekhawatiran perkembangan.
Bagaimana jika anak tidak mau meniru suara?
Tidak perlu dipaksa. Coba tirukan dulu suara atau gerakan anak, lalu tambahkan satu model bunyi sederhana. Fokus pada interaksi bolak-balik dan hentikan jika anak kehilangan minat.
Bunyi apa yang bisa digunakan untuk latihan?
Pilih bunyi pendek yang dekat dengan keseharian anak, seperti “brum”, “meong”, “ting”, “bum”, “mmm”, atau vokal sederhana. Sesuaikan dengan benda dan aktivitas yang sedang menarik perhatiannya.
Apakah bunyi anak harus sama persis dengan contoh orang tua?
Tidak. Respons yang belum tepat tetap dapat dihargai sebagai usaha berkomunikasi. Orang tua dapat membalas dan memberi model bunyi atau kata yang jelas tanpa mengoreksi berulang kali.
Kapan orang tua perlu mencari bantuan profesional?
Konsultasikan bila anak kehilangan keterampilan yang pernah dimiliki, kurang merespons suara, tidak mencapai banyak milestone komunikasi sesuai usia, atau orang tua memiliki kekhawatiran tentang bicara, bahasa, atau pendengarannya.

Subscribe to my channel