
5. Mainkan bunyi vokal di depan cermin
Coba “aaa”, “ooo”, atau “eee” sambil melihat gerakan mulut di cermin. Hindari memegang atau memaksa posisi mulut anak. Biarkan ia mengamati wajah Bunda dan bereksperimen dengan suaranya sendiri.
6. Lengkapi bunyi dari buku bergambar
Saat membaca, berhenti pada gambar yang bisa “bersuara”. “Ini sapi. Sapi bilang…” lalu tunggu. Jika anak belum menjawab, Bunda boleh memberi model “moo” dan lanjut membaca. Cara ini menjaga buku tetap menyenangkan sekaligus memperkaya kosakata.
7. Ulangi favorit anak, lalu perluas sedikit
Jika anak sudah mengatakan “meong”, Bunda dapat memperluas menjadi “kucing meong” atau “kucingnya meong”. ASHA menyarankan orang tua berbicara tentang apa yang dilihat dan dilakukan anak, mendengarkan, serta merespons. Jadi, setelah anak meniru bunyi, tambahkan satu kata sederhana tanpa mengoreksi berlebihan.
Berapa Lama Latihan Meniru Bunyi Dilakukan?
Tidak perlu sesi panjang. Lima menit ketika anak sedang nyaman sudah cukup sebagai permainan singkat, dan dapat diulang dalam rutinitas. Hentikan jika anak memalingkan wajah, menjauh, rewel, atau kehilangan minat. Stimulasi yang responsif mengikuti ketertarikan anak, bukan memaksanya tampil.
Kapan Perlu Memeriksakan Perkembangan Bicara Anak?
Meniru bunyi adalah stimulasi, bukan pengganti evaluasi. CDC menyebut sebagian besar anak pada usia 18 bulan mencoba mengucapkan tiga kata atau lebih selain “mama” atau “dada”. Bila Bunda khawatir karena anak tidak mencapai banyak milestone sesuai rentang usianya, kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki, tampak kurang merespons suara, atau komunikasi mengganggu aktivitas sehari-hari, diskusikan dengan dokter anak dan pertimbangkan pemeriksaan pendengaran atau asesmen terapis wicara. Dukungan lebih awal membantu keluarga memahami kebutuhan anak secara lebih tepat.
Bunyi Kecil, Percakapan Besar
Latihan meniru bunyi anak bekerja paling baik ketika hadir sebagai permainan hangat: Bunda memberi contoh, menunggu, lalu membalas usaha sekecil apa pun. Dari “moo”, “brrm”, dan “pa-pa”, anak belajar bahwa suaranya punya makna dan dapat mengundang respons. Jadikan rutinitas ini bagian dari bermain, membaca, atau aktivitas rumah—singkat, berulang, dan tanpa tekanan.
Bunda ingin menambah variasi stimulasi tanpa membuat si Kecil cepat bosan? Lanjutkan ke artikel “5 Ide Mainan untuk Anak Speech Delay Saat di Rumah” dan pilih satu permainan yang paling sesuai dengan minat anak hari ini.
FAQ (People Also Ask)
Apakah meniru suara hewan bisa membantu anak belajar bicara?
Bisa menjadi salah satu bentuk stimulasi. Bunyi hewan pendek, berulang, dan mudah dikaitkan dengan gambar atau mainan sehingga membantu anak berlatih perhatian, giliran komunikasi, dan produksi suara.
Bagaimana cara mengajari anak meniru bunyi?
Berikan satu contoh bunyi sederhana, tatap anak, lalu tunggu 3–5 detik. Respons setiap usaha anak, meski bunyinya belum sama. Ulangi dalam permainan tanpa memaksa.
Bunyi apa yang mudah ditiru anak?
Mulailah dari bunyi yang pendek dan menarik seperti “moo”, “meong”, “brrm”, “tin-tin”, “pa-pa”, atau vokal “aaa” dan “ooo”. Pilih bunyi yang terkait dengan benda atau aktivitas yang disukai anak.
Apakah anak harus meniru bunyi dengan sempurna?
Tidak. Pada tahap awal, tujuan utamanya adalah anak mau memperhatikan, bergiliran, dan mencoba bersuara. Orang tua cukup memberi model pengucapan yang jelas tanpa sering mengoreksi.
Kapan anak yang belum meniru bunyi perlu diperiksa?
Jika anak tidak mencapai banyak milestone komunikasi sesuai rentang usia, kehilangan kemampuan yang sudah ada, kurang merespons suara, atau orang tua memiliki kekhawatiran, konsultasikan dengan dokter anak, audiolog, atau terapis wicara.