Selain itu, berikut beberapa syarat aman yang harus dipenuhi agar metode BLW tidak merugikan si Kecil:
- Makanan harus cukup keras untuk dipegang, tetapi cukup lembut untuk dihaluskan dengan jari. Mulailah dengan pilihan berbentuk stik atau potong makanan menjadi potongan besar agar bayi dapat mengambil dan memegangnya dengan mudah.
- Pilih makanan seukuran kepalan tangan mereka, seperti brokoli kukus atau roti panggang kecil.
- Hindari makanan yang menimbulkan risiko tersedak, seperti popcorn, kismis, anggur utuh, daging yang belum dipotong, buah keras dan mentah serta sayuran mentah yang keras.
- Untuk memastikan bayi tidak memasukkan terlalu banyak ke dalam mulutnya sekaligus, batasi jumlah makanan yang dimasukkan ke dalam nampan atau piringnya dalam satu waktu.
- Selalu dampingi ia selama makan, jangan pernah meninggalkan bayi sendirian saat makan.
Makanan Yang Harus Dihindari BLW
Dalam memperkenalkan makanan kepada si Kecil pada masa MPASI-nya, Bunda perlu memperhatikan makanan apa saja yang tidak aman jika dikonsumsi si Kecil yang masih bayi. Tidak hanya pada metode BLW saja, ini juga berlaku bagi si Kecil yang mulai MPASI dengan metode apapun.
Berikut beberapa makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh bayi di bawah usia 12 bulan menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) seperti dikutip dari Medical News Today:
- Madu. Makanan yang berasal dari lebah ini dikhawatirkan mengandung bakteri botulism. Untuk orang dewasa ini tidak berisiko, tapi untuk bayi sebelum usia 12 bulan yang pencernaannya belum sempurna berisiko terkena botulisme, suatu bentuk keracunan makanan yang bisa mengancam jiwa.
- Susu yang tidak dipasteurisasi. Pemanasan atau pasteurisasi susu berfungsi untuk membunuh bakteri, sehingga dapat mengurangi kemungkinan keracunan makanan. Pakar kesehatan tidak menganjurkan pemberian susu, yogurt, atau keju yang tidak dipasteurisasi, tetapi untuk olahan susu yang dipasteurisasi masih aman.
- Susu sapi. Bayi di bawah usia 12 bulan memiliki pencernaan yang belum sempurna, sehingga belum bisa mencerna protein dan mineral dengan konsentrasi tinggi dari susu sapi.
- Kafein. Tidak ada kadar kafein yang aman untuk anak di bawah usia 2 tahun. Kafein bahkan dapat menghambat penyerapan zat besi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
- Ikan bermerkuri tinggi. Ikan dengan ukuran lebih besar dapat menumpuk merkuri di tubuh mereka. Beberapa ikan yang diyakini mengandung merkuri tinggi dan tidak boleh dikonsumsi bayi yaitu ikan tuna mata besar, king mackerel, marlin, hiu, dan ikan todak.
- Makanan dengan tambahan gula. Bayi sebaiknya tidak mengonsumsi makanan dengan tambahan gula karena bayi tidak membutuhkan gula. Bahkan gula memiliki efek buruk pada anak.
- Makanan tinggi natrium (garam). Beberapa makanan yang mengandung garam tinggi yaitu makanan olahan seperti daging yang diawetkan, makanan kalengan, dan makanan instan.
