HALLOBUNDA.CO – Ketika teman sebayanya mulai bercerita panjang, sementara si Kecil masih menjawab dengan satu atau dua kata, wajar bila Bunda bertanya apakah kemampuan bicaranya sudah sesuai usia. Namun perkembangan komunikasi bukan sekadar menghitung jumlah kata. Cara anak memahami instruksi, menunjuk, bertanya, merangkai kalimat, dan bergantian berbicara juga penting untuk diperhatikan.
Panduan berikut membantu Bunda mengamati perubahan dari usia 12 bulan hingga 5 tahun. Setiap rentang usia memuat contoh keterampilan yang bisa dicermati, bukan ujian yang harus dijawab sempurna. Milestone perkembangan umumnya menggambarkan kemampuan yang sudah dicapai sebagian besar anak pada usia tertentu, bukan alat diagnosis.
Apa Saja yang Dinilai Saat Memantau Bicara Anak?
Ada empat area yang saling berkaitan: bahasa reseptif (memahami kata dan instruksi), bahasa ekspresif (menyampaikan maksud lewat gestur, kata, dan kalimat), bunyi bicara (bagaimana suara diucapkan), serta komunikasi sosial (bergiliran, memperhatikan lawan bicara, dan menggunakan bahasa sesuai situasi). Anak dapat lebih maju di satu area daripada area lain.
Panduan Cek Perkembangan Bicara Anak Sesuai Usia
Usia 12 bulan: gestur, suara, dan makna kata
Pada sekitar ulang tahun pertama, perhatikan apakah anak melambaikan tangan, memahami larangan sederhana, memanggil orang tua dengan sebutan khusus, serta menggunakan suara atau gestur untuk meminta perhatian. CDC memasukkan melambaikan tangan dan memanggil orang tua “mama/dada” atau nama khusus sebagai contoh milestone komunikasi pada usia 1 tahun.
Coba amati saat bermain cilukba, berpamitan, atau memanggil namanya. Apakah ia berusaha berinteraksi dan memberi respons? Respons dapat berupa tatapan, gestur, atau suara; tidak selalu kata yang jelas.
Usia 15–18 bulan: kata bertambah dan instruksi mulai dipahami
Pada usia 15 bulan, CDC mencantumkan upaya mengucapkan satu atau dua kata selain “mama/dada”, menunjuk untuk meminta sesuatu, serta melihat benda yang dikenal ketika disebutkan. Pada 18 bulan, sebagian besar anak mencoba mengatakan tiga kata atau lebih selain “mama/dada” dan mengikuti instruksi satu langkah tanpa gestur.
Bunda bisa memperhatikan apakah si Kecil menunjuk benda yang diinginkan, mencoba menyebut nama makanan atau mainan, dan memahami perintah seperti “ambil sepatu” tanpa orang dewasa menunjuk lokasinya.
Usia 2 tahun: mulai menggabungkan dua kata
Pada usia 24 bulan, salah satu milestone CDC adalah mengatakan sedikitnya dua kata bersama, misalnya “mau susu”. Anak juga dapat menunjuk setidaknya dua bagian tubuh ketika diminta dan menggunakan lebih banyak gestur daripada sekadar melambaikan tangan atau menunjuk.
Amati penggunaan kata yang fungsional: apakah anak dapat meminta, menolak, memanggil, atau mengomentari sesuatu? Gabungan kata belum harus panjang atau sempurna. Contoh sederhana seperti “bola jatuh” sudah memperlihatkan hubungan makna
Usia 30 bulan: kosakata dan gabungan kata berkembang
Pada sekitar 30 bulan, CDC mencantumkan penggunaan sekitar 50 kata, penggabungan dua kata atau lebih termasuk kata kerja, menyebut benda dalam buku ketika ditanya, dan penggunaan kata seperti “aku”, “saya”, atau “kita” (tergantung bahasa yang digunakan). Ini menjadi kesempatan untuk melihat apakah anak mulai menjelaskan tindakan, bukan hanya menamai benda.

Subscribe to my channel