Meskipun setiap anak unik dan berbeda-beda, namun Nogales menggarisbawahi beberapa respons inti ketika ia melihat orang tuanya berkhianat atau tidak setia. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Kehilangan kepercayaan
Ketika seorang anak mengetahui perselingkuhan orang tuanya, mereka biasanya merasa sangat sulit, untuk percaya bahwa seseorang yang mereka cintai tidak akan membohongi mereka, menolak, atau meninggalkan mereka. Mereka sering belajar untuk tidak menaruh kepercayaan pada cinta, dan mungkin juga mengembangkan keyakinan bahwa mereka tidak layak menerima cinta monogami.
2. Anak akan merasa orang tua yang selingkuh adalah noda hitam bagi mereka dan anggota keluarga dekat lainnya
Jika anak telah ditekan oleh orang tua yang berselingkuh untuk merahasiakan perselingkuhan dari orang tua yang dikhianati, anak tersebut dibiarkan dengan beban rasa bersalah.

3. Anak sering mengambil kesimpulan bahwa pernikahan itu palsu dan cinta adalah ilusi
Selain itu, ketika orang tua tetap melanjutkan pernikahan mereka meskipun salah satu atau keduanya terus berselingkuh, anak-anak sangat bingung tentang arti cinta dan pernikahan.
4. Kemarahan dan ambivalensi terhadap orang tua yang selingkuh
Ketika perselingkuhan mendefinisikan sebagian karakter orang tua, seorang anak sering merasa terbelah antara perasaan marah dan kerinduan akan cinta mereka.
5. Kebencian terhadap orang tua yang dikhianati
Beberapa anak mungkin akan membenci orang tua yang dikhianati karena mengharuskan mereka untuk menerima emosi negatif dari pihak yang diselingkuhi.
Biasanya ini berdampak pada kurangnya pengasuhan karena terlalu larut dalam drama perselingkuhan. Atau bisa juga anak-anak membencinya karena tidak mencegah perselingkuhan sejak awal.
6. Anak bisa memerankan perilaku buruk orang tuanya
Daripada menghadapi perasaan sedih, marah, atau bingung secara langsung, anak-anak mungkin menunjukkan perilaku bermasalah (nakal) selama masa kanak-kanak. Mereka juga bisa saja melakukan perilaku seksual selama masa remaja.
Bahkan mereka juga akan memiliki masalah seksual atau kecanduan seksual selama masa dewasa. Masalah pergaulan bebas mungkin muncul dalam upaya untuk memainkan apa yang seorang anak anggap dari orang tua mereka tentang seks bebas dan ketidakkekalan cinta.
Demikian beberapa hal buruk yang terjadi pada anak ketika menghadapi perselingkuhan orang tuanya. Dengan adanya hasil survei ini semoga dapat menjadi nasihat bijak bagi siapapun yang sedang atau berpotensi untuk selingkuh.
Bagaimanapun juga perselingkuhan tidak dapat dibenarkan, apapun alasannya. Karena selain menyakiti pasangan juga menyakiti anak-anak yang bahkan sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahan tersebut.