Sang ibundanya kerja sebagai perawat sementara bapaknya Grab Mobil.
Biasanya mereka di rumah dikunci, pelakunya masuk rumah, kemudian menikam anak-anak tetangganya.
Anak berinisial D diautopsi di RS Bhayangkara, sementara 2 kakaknya menjalani operasi secara intensif di RS Murni Teguh Faisal selaku Kepala Dusun 13 Desa Bandar Khalipah menuturkan identitas pelaku yang diketahui merupakan seorang pengangguran itu.
“Dia (pelaku) tidak bekerja. Tapi terkadang dia bantuin kakaknya jualan di Pasar Gambir. Dia sering ke situ bantu-bantu. Yang ngasih makannya memang kakaknya itu,” tutur Faisal dikutip HALLOBUNDA.CO dari situs Kompas.
RS tinggal di rumahnya seorang diri sejak orang tuanya meninggal. Informasi yang diperoleh dari Kepala Dusun bahwa pelaku juga telah ditinggal oleh istrinya.
“Dugaannya tersinggung, dendam. Informasi dari polisi, sudah setahun pelaku memendam dendam,” jelasnya.
Faisal menyebutkan antara pelaku dan orang tua korban memang sudah bertetangga cukup lama.
Informasi yang didapatnya dari masyarakat memang antara orang tua dan pelaku pernah terlibat cek-cok.
“Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, orang tua korban dan pelakunya ini pernah cek-cok sama pelaku. Diduga disebabkan anaknya ini sering ngejek pelaku,” ujar Faisal.
“Karena kan pelaku ini katanya keterbelakangan mental, jadi sering diejeknya,” sambungnya.
Kepala Dusun 13 itu menyebutkan bahwa kasus pembunuhan ini baru pertama kali terjadi di sini. Setahunya masyarakat di Gang Dahlia cukup tenteram.
“Di sini mayoritas non muslim, tapi di sini guyub mereka. Mereka baik-baik saja, tidak pernah ada masalah di sini sebelumnya,” tutup Faisal.
3 Cara Mengendalikan Emosi di Depan Anak

Manusia memang boleh berencana, tetapi kenyataan bisa terjadi sebaliknya karena berbagai hal yang tidak bisa Anda kendalikan.
Wajar jika emosi negatif muncul karenanya.
Namun, sebelum emosi mengambil alih kemampuan Anda untuk berpikir jernih, cobalah untuk mengendalikannya dengan berbagai cara berikut, di antaranya:
1. Buang Pikiran Buruk
Saat dilanda masalah, otak Bunda atau Ayah cenderung memikirkan kemungkinan terburuk dari kondisi tersebut.
Padahal, pemikiran itulah yang sering kali justru membawa Bunda ke dalam kondisi terburuk karena lupa mencari solusi.
Oleh karena itu, sebisa mungkin singkirkan pikiran buruk yang tidak diperlukan saat dilanda masalah.
Alih-alih terus-menerus memikirkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi, fokuslah untuk mencari solusinya.