Anak Belum Lancar Bicara? Kenali Red Flag Speech Delay Sesuai Tahap Usianya

Syafaria Hadyandari
7 Min Read
Ibu mengamati red flag speech delay dan perkembangan komunikasi anak
Ibu mengamati red flag speech delay dan perkembangan komunikasi anak
Red flag speech delay anak berdasarkan milestone komunikasi sesuai usia
Red flag speech delay anak berdasarkan milestone komunikasi sesuai usia

5. Usia 2–3 tahun komunikasi tidak menunjukkan kemajuan

Pada usia 2–3 tahun, ASHA mencantumkan penggunaan kombinasi kata yang sering, kemampuan menyebut nama saat ditanya, serta usaha menarik perhatian orang lain dengan kata-kata. Yang perlu dilihat bukan kesempurnaan pengucapan, melainkan apakah keterampilan komunikasi terus bertambah dan anak makin mampu menyampaikan kebutuhan serta berinteraksi.

6. Anak sulit memahami bahasa, bukan hanya sulit mengucapkan kata

Red flag juga dapat muncul pada bahasa reseptif. Anak mungkin tampak tidak mengikuti instruksi karena belum memahami pesan yang disampaikan. NIDCD menjelaskan bahwa kesulitan memahami bahasa dan kesulitan mengekspresikan pikiran termasuk area yang dapat terdampak pada gangguan bahasa perkembangan.

Baca Juga  Tren Parenting 2026: Screen-smart Kids, Bukan Screen-free Saja

7. Anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah ada

Regresi perlu mendapat perhatian khusus. ASHA menganjurkan keluarga mencari bantuan ketika anak kehilangan keterampilan yang sebelumnya dimiliki, tidak mempelajari keterampilan baru, atau tidak memiliki beberapa keterampilan yang diharapkan dalam rentang usianya. Jangan menunggu hanya dengan asumsi bahwa anak pasti akan mengejar sendiri.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Jika Bunda Menemukan Red Flag?

Catat contoh konkret selama beberapa hari: kata atau gestur yang digunakan, respons saat dipanggil, kemampuan mengikuti instruksi, cara meminta sesuatu, dan apakah ada keterampilan yang menghilang. Informasi ini akan membantu saat berkonsultasi. Bunda dapat memulai dari dokter anak; bila diperlukan, anak dapat dirujuk ke speech-language pathologist/terapis wicara dan audiolog untuk menilai komunikasi serta pendengaran.

Sambil menunggu evaluasi, tetap hadirkan lingkungan komunikasi yang kaya: berbicara saat melakukan rutinitas, membaca buku bersama, mengikuti minat anak, memberi waktu untuk merespons, dan memperluas ucapan anak tanpa memaksa. ASHA juga menyarankan keluarga banyak berbicara, mendengarkan dan merespons anak, membaca cerita, serta tidak menunggu mencari bantuan bila memang khawatir.

Baca Juga  Tanpa Sadar Orang Tua Bisa Jadi Toxic loh Bagi si Kecil, Begini 4 Tanda-tandanya!

Milestone adalah Panduan, Bukan Alat Diagnosis

Daftar milestone membantu orang tua mengenali pola perkembangan, tetapi bukan alat untuk mendiagnosis speech delay secara mandiri. Anak dapat mencapai keterampilan pada waktu yang sedikit berbeda. Yang lebih bermakna adalah pola keseluruhan: kemajuan komunikasi, kemampuan memahami bahasa, interaksi sosial, pendengaran, serta ada atau tidaknya kehilangan keterampilan. Bila intuisi Bunda mengatakan ada sesuatu yang perlu diperiksa, membicarakannya lebih awal dengan tenaga profesional adalah langkah yang wajar dan informatif.

Setelah memahami tanda yang perlu dicermati, Bunda dapat melanjutkan dengan artikel Hallo Bunda tentang Bahasa Ekspresif vs Reseptif, Kata Pertama dan Kosakata, serta Latihan Meniru Bunyi untuk memahami stimulasi komunikasi dari sisi yang berbeda.

FAQ (People Also Ask)

Apa tanda utama speech delay pada anak?

Tandanya tidak hanya sedikit bicara. Perhatikan juga respons terhadap suara, gestur, pemahaman instruksi, pertambahan kosakata, kombinasi kata, interaksi dua arah, serta apakah anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki.

Baca Juga  Viral! Bocah Asal Makassar Terjebak di Dalam Mesin Cuci, Sampai Dievakuasi Damkar

Anak 2 tahun belum lancar bicara, apakah pasti speech delay?

Tidak selalu. Milestone adalah panduan, bukan diagnosis. Namun pada usia sekitar 2 tahun, tidak berkembang menuju kombinasi dua kata atau adanya beberapa keterampilan komunikasi yang belum muncul layak didiskusikan dengan dokter atau profesional bicara-bahasa.

Apa bedanya speech delay dan language delay?

Speech berkaitan dengan produksi bunyi bicara, sedangkan language mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa untuk menyampaikan pesan. Anak dapat mengalami kesulitan pada salah satu atau keduanya.

Apakah gangguan pendengaran dapat menyebabkan keterlambatan bicara?

Ya. Masalah pendengaran dapat memengaruhi perkembangan bicara dan bahasa, sehingga pemeriksaan pendengaran sering menjadi bagian penting dari evaluasi.

Kapan harus membawa anak ke terapis wicara?

Bicarakan dengan dokter atau profesional bila anak melewatkan beberapa milestone komunikasi, tidak menunjukkan kemajuan, sulit memahami bahasa, ada kekhawatiran pendengaran, atau kehilangan keterampilan yang sebelumnya sudah dimiliki.

Share this Article
Reading: Anak Belum Lancar Bicara? Kenali Red Flag Speech Delay Sesuai Tahap Usianya