“Cukup! Bagaimana masyarakat Internasional bisa menerima situasi di Gaza?,” ujar Francesco Rocca.
Bayi-bayi di inkubator dan pasien di ICU mempertaruhkan nyawanya di rumah sakit Al-Quds.
Israel terus melakukan serangan udara dan darat di Jalur Gaza, termasuk rumah sakit, tempat tinggal dan tempat ibadah.
Sejak kelompok perlawanan Palestina Hamas yang telah melancarkan serangan lintas batas pada 7 Oktober lalu.
Setidaknya ada 11.078 warga Palestina, termasuk 4.506 anak-anak dan 3.027 perempuan, tewas gegara agresi Israel.
Sementara itu, jumlah kematian di pihak Israel hampir mencapai 1.200 orang, menurut angka resmi.
Jadi jika melihat laporan dari organisasi Bulan Sabit Merah Palestina tersebut, serangan-serangan tersebut membuat sengsara para bayi-bayi dan orang dewasa.
Apalagi sampai seluruh bayi di Al-Quds mengalami dehidrasi akibat kekurangan pasokan air susu ibu.
Lebih lanjut, dehidrasi merupakan kondisi di mana tubuh tidak lagi mencapai kadar air yang cukup, yang dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti kekurangan air, kepanasan dan ketiadaan makanan.
Setiap harinya, bayi akan kehilangan air melalui buang air kecil, buang air besar, berkeringat, dan menangis.
Semua hal tersebut harus cepat-cepat diganti dengan makan atau minum, untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya.
Menjaga dehidrasi adalah salah satu alasan mengapa bayi baru lahir diberi makan baik melalui air susu ibu atau susu botol sesering mungkin.
Sejumlah masalah akan mengganggu keseimbangan antara penipisan dan pengisian kembali.