3. Menyebarkan Sumber Penyakit ke Dalam Hidung
Kotoran hidung yang kering atau upil berasal dari cairan hidung yang disertai berbagai macam kuman.
Tangan yang digunakan anak untuk mengorek hidung bisa menjadi media penyalur dari penyebaran sumber penyakit atau bakteri, terutama saat si Kecil tidak mencuci tangan.
3 Cara Mengatasi Anak yang Sering Ngupil
Ketika Bunda sedang memperhatikan sang buah hati yang ternyata sering mengorek hidung, segera ingatkan untuk berhenti dan langsung berikan tisu kepadanya.
Ketika si Kecil tiba-tiba melakukannya lagi, ingatkan ulang sampai sang buah hati berhenti melakukannya.
Dikutip dari situs Very Well Family, ada beberapa cara untuk mengatasi si Kecil jika sering melakukan hal tersebut.
1. Komunikasikan Bahwa Hal Tersebut Tidak Menyehatkan
Berikan edukasi kebersihan, hal tersebut wajib ditanamkan kepada si Kecil sedini mungkin, hal ini pun dapat menghentikan kebiasaan buruknya.
Jelaskan juga kepada anak bahwa mengorek hidung adalah kebiasaan yang jorok dan dapat menimbulkan sebuah infeksi pada hidungnya.
2. Distraksikan ke Hal Lain
Mengorek hidung dilakukan sang buah hati jika merasakan bosan atau sedang tidak melakukan kegiatan apapun.
Jika si Kecll sedang menonton televisi atau duduk secara pasif, coba untuk melibatkannya dalam kegiatan lain untuk mencegahnya melakukan hal tersebut.
Coba untuk melibatkannya dalam kegiatan lain untuk mencegahnya untuk melakukan hal tersebut, jika tangannya sibuk cenderung tidak akan mengorek hidung.
3. Pakaikan Perban
Banyak produk di pasaran yang dirancang untuk membuat si Kecil berhenti mengorek hidung, tapi Bunda tak perlu repot-repot untuk membelinya.
Bunda bisa memakaikan perban pada jari sang buah hati, untuk menghindari kuman atau berbagai jenis penyakit yang masuk ke dalam hidung.
Namun, Bunda juga harus menjelaskan mengapa hal tersebut dilakukan, sehingga si Kecil dapat memahami dan akan menerimanya.***