1. Buah-buah Citrus
Buah-buah citrus diantaranya adalah jeruk, grapefruit, lemon, dan jeruk nipis, yang merupakan sumber vitamin C, serat, potasium, dan fitonutrien yang baik.
Buah-buah ini, memiliki sifat anti-inflamasi dan detoksifikasi, serta dapat meningkatkan kesehatan jantung.
Jeruk Bali khususnya mengandung flavonoid tingkat tinggi serta naringenin, yang diperkirakan dapat meningkatkan lingkungan mikrobioma yang lebih untuk mendapatkan tubuh kurus.
Tetapi, berhati-hatilah dengan Jeruk Bali, karena tidak semua orang cocok mengonsumsinya.
2. Apel
Satu apel sehari menjauhkan dari dokter, ini mungkin benar jika kamu melihat semua manfaat nutrisi dari sebuah apel. Apel kaya akan serat, vitamin C, dan antioksidan.
Apel juga merupakan sumber flavonoid yang disebut quercetin, yang memiliki sifat anti-virus dan anti-bakteri serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Apel juga mudah dibawa bepergian, menjadikannya pilihan ideal bagi kita yang sering terburu-buru di pagi hari.
Selain itu, apel juga cocok dipadukan dengan banyak makanan sarapan, mulai dari oatmeal, selai kacang, hingga yogurt.
3. Raspberi
Buah kecil ini, memiliki rasa yang kaya ketika digigit, buah ini juga cocok dipadukan dengan berbagai jenis menu sarapan, mulai dari smoothie, oatmeal, yogurt, atau bahkan roti panggang dengan selai kacang.
Raspberry merupakan pembangkit tenaga kecil dari beragam fitonutrien, dan karena kita memakan buahnya secara utuh (kulit dan bijinya), nutrisi antioksidan dan anti-inflamasi mudah diperoleh.
Buah ini juga kaya akan vitamin C dan serat.
4. Melon
Melon memiliki kandungan air yang banyak, sehingga cocok untuk dimakan di pagi hari. Apalagi, untuk Bunda yang malam minum banyak air di pagi hari.
Buah ini sangat kaya akan vitamin A, C, potasssum, dan fiber.
Ukuran porsi melon yang disarankan adalah satu hingga dua cangkir, namun buah ini sangat rendah kalori sehingga kamu tidak perlu khawatir tentang seberapa banyak yang Bunda makan.
5. Biji delima
Sebagai buah yang banyak diabaikan orang, biji delima kaya akan nutrisi.
Biji berbentuk seperti permata ini, kaya akan sumber antioksidan yang dapat membantu melindungi sel yang bereplikasi terhadap kerusakan akibat radikal bebas.
Biji delima yang dimakan mengandung tingkat antioksidan yang jauh lebih pekat dibandingkan porsi buah yang setara.
Selain antioksidan, buah delima merupakan sumber padat vitamin C, vitamin K, potasium, serat, dan folat.