Reading: Di Luar Nalar! Tradisi Gebrak Bayi Umur 9 Hari Ternyata Bisa Sebabkan Kematian, Ini Penjelasannya

Di Luar Nalar! Tradisi Gebrak Bayi Umur 9 Hari Ternyata Bisa Sebabkan Kematian, Ini Penjelasannya

Lafa Zidan Alfaini
6 Min Read
Diluar Naral! Tradisi Gebrak Bayi Umur 9 Hari Ternyata Bisa Sebabkan Kematian, Ini Dia Penjelasannya

Dampak Dari Tradisi Gebrak Bayi

Ternyata salah satu dampak dan juga risiko setelah melakukan tradisi seperti itu akan mempengaruhi kesehatan bayi, ia bisa saja terkena shaken baby syndrome.

Lebih jelasnya dari sindrom bayi terguncang adalah nanti akan memiliki trauma pada kepala bayi lantaran guncangan yang terjadi jika menggebrak terlalu keras.

Tak hanya itu saja, hal tersebut juga menyebabkan kerusakan pada otak, pendarahan pada retina, gangguan saraf, dan lebih parahnya bisa menyebabkan kematian.

Sekitar 95% cedera pada otak dan 64% cedera kepala pada anak berusia kurang dari satu tahun.

Hal tersebut bisa saja dikarenakan karena kekerasan pada bayi yang bisa menyebabkan shaken baby syndrome.

Ternyata sebagian besar kasus sindrom bayi terguncang ini terjadi pada masa perkembangan bayi dan balita yang berusia di bawah 2 tahun.

Baca Juga  Mengejutkan! Kimberly Ryder Gugat Cerai Suaminya, Ibunda Singgung Istri Harus Cari Uang

Tak hanya bisa menyebabkan sindrom itu saja, hal tersebut pastinya juga akan menyebabkan dampak negatif seperti berkurangnya pendengaran pada bayi.

Bisa berpengaruh besar pada pendengaran bayi lantaran sang buah hati yang baru saja berumur 9 hari masih belum terlalu baik dan juga matang.

Sehingga apabila mendengar sesuatu dengan intensitas, frekuensi, dan juga mendengar volume yang terlalu keras, maka akan menyebabkan kerusakan pada telinga.

Dokter spesialis itu juga mengungkapkan, bahwa bayi mempunyai refleks yang disebut dengan refleks primitif.

Justru menurut Miza, Bunda harus khawatir jika bayinya tidak memiliki refleks moro atau tak sering dan mudah kagetan.

“Refleks itu biasanya akan menghilang sekitar bayi yang baru saja berumur 4 bulan,” ujar dokter spesialis anak subspesialis tumbuh kembang itu.

Baca Juga  Gempar! Nagita Slavina dan Raffi Ahmad Diduga Adopsi Anak Perempuan

“Nah refleks moro itu adalah tanda bahwa otak bayi itu normal saja terjadi, refleks moro itu bayi yang suka kaget mungkin gampangnya kaget,” sambung Miza.

Bahkan lebih baiknya jika sebelum bayi yang berumur sekitar 4-5 bulan, dirinya akan merasakan kaget dengan alasan yang sepele.

Dari situlah akan menandakan bahwa bayi mempunyai pendengaran dan otak yang sehat hingga saat dewasa nantinya.

Share this Article
Reading: Di Luar Nalar! Tradisi Gebrak Bayi Umur 9 Hari Ternyata Bisa Sebabkan Kematian, Ini Penjelasannya