Waspada Pedofil di Sekitar Kita, Lindungi Anak-anak dengan 3 Langkah Ini

Author
7 Min Read
Tanda Pedofil Pada Perempuan
Tanda Pedofil Pada Perempuan

Upaya Pencegahan

Kasus di atas seharusnya membuat orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya. Karena ketika anak telah menjadi korban pencabulan, bagaimanapun caranya, akan meninggalkan trauma yang mendalam baginya. Bahkan ini akan sulit untuk benar-benar dihilangkan.

Maka dari itu penting untuk dilakukan upaya pencegahan, agar tidak sampai anak-anak kita terhindar dari bahaya pedofilia ini. Hal yang dapat dilakukan orang tua yakni:

1. Tanamkan Pendidikan Seksualitas Sejak Dini

Pelecehan seksual bisa terjadi pada siapapun. Tidak terlepas dari anak yang berusia di bawah umur.  Menurut Psikolog Klinis Kantiana Taslim, dari anak balita usia 2-3 tahun sampai sebelum usia TK-SD perlu diberikan edukasi seksual.

Baca Juga  Parenting Berbasis Alam: Cara Sederhana Mendidik Anak Dekat dengan Kehidupan Nyata

Yaitu, lewat pengenalan anggota tubuh, belajar mengenal dirinya, konsep ‘aku’, nama, mengenal anggota tubuh mulai dari mata, tangan, kaki, perut, alat kelamin. Para orang tua tidak hanya menyerahkan seluruh pendidikan di sekolah tapi di didik sejak dini dari rumah.

2. Ajarkan Batasan yang Boleh Disentuh

Dalam mengenalkan anggota tubuh dan fungsinya, beritahu pula batasan-batasan yang harus diketahui anak. Batasan ini terkait siapa saja yang boleh menyentuh anggota tubuh tertentu. Mana bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain, hanya boleh dirinya sendiri, ayah, bunda, dan pengasuh. Beritahu yang jelas bagian mana yang dilarang disentuh orang lain,  yaitu dada, kemudian perut ke bawah.

Baca Juga  Ramai Kasus Eksploitasi Anak, Penuhi Kesiapan Ini Sebelum Jadi Orang Tua
Mengajarkan Informasi Seksualitas Pada Anak Sejak Dini
Mengajarkan Informasi Seksualitas Pada Anak Sejak Dini

Kemudian ajarkan anak untuk mengambil tindakan saat ada orang asing yang menyentuh tubuhnya atau sekadar mengajak bicara. Ini sangat penting ketika anak sudah mulai belajar di luar atau ke sekolah. Anak bisa diajarkan untuk memberitahu teman, pengasuh atau gurunya atau langsung berteriak meminta pertolongan.

3. Pantau Aktivitas Anak di Dunia Maya

Zaman sekarang anak usia SD hingga SMP sudah mulai banyak mengakses gadget. Orang tua perlu mengajarkan privasi baik dari segi fisik, lingkungan juga privasi di dunia maya. Orang tua bisa memulai dari memberitahu anak informasi apa saja yang boleh dan tidak boleh dicantumkan di media sosial.

Kemudian tidak ada salahnya menerapkan private mode atau mengunci akun dari jangkauan orang-orang yang tidak dikenal. Ini akan melindungi anak dari orang-orang tak dikenal yang berusaha mengakses akun, melacak informasi, mengambil foto lalu hal-hal lain yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Anak perlu tahu bahwa dengan mode ini, ia bisa mem-filter siapa saja yang bisa berinteraksi dengannya.

Baca Juga  Tips Komunikasi Efektif antara Orang Tua dan Anak, Bunda Sudah Coba Cara Ini?

Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan apa saja yang diakses anak selama berselancar di dunia maya. Jangan sampai ia terjebak pada tontonan yang kurang pantas ditonton oleh anak-anak seperti video porno.

Teknologi memang memudahkan kita untuk mengakses berbagai informasi. Namun di sisi lain teknologi inilah yang dapat ‘membunuh’ generasi kita jika orang tua kurang bijak dalam memanfaatkannya.

 

Share this Article
Reading: Waspada Pedofil di Sekitar Kita, Lindungi Anak-anak dengan 3 Langkah Ini