1️. Berikan Contoh Melampiaskan Emosi dengan Cara Positif
Dikutip HALLOBUNDA.CO dari unggahan akun Instagram @dreambigwithvalando, anak-anak belajar lewat apa yang mereka lihat.
Jika Bunda bisa bersikap terbuka tentang emosi yang dirasakan dan menunjukkan dengan cara sehat, kemungkinan anak juga akan melakukan hal yang sama.
Jika Bunda sedang marah di hadapan anak, cobalah untuk berkata, Bunda merasa sangat marah karena laptopnya tidak berfungsi.
Bunda akan mencoba menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri dan kemudian mencari solusi.
2️. Ajarkan Keterampilan Pemecahan Masalah
Dibanding menahan atau melampiaskan kemarahan lewat hal-hal negatif, lebih baik Bunda mengajari anak cara mengatasinya.
Latih sang buah hati untuk memahami akar penyebab kemarahan dan temukan solusi bersama.
Misalnya, anak sedang marah karena kalah dalam suatu permainan, Bunda bisa berkata, Sepertinya kamu kesal dengan permainan ini.
Mari kita cari tahu apa yang bisa dilakukan ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita.
3. Validasi dan Berikan Ruang untuk Kemarahan Anak
Anak-anak perlu tahu bahwa perasaan yang mereka rasakan tidaklah salah.
Berikan anak ruang yang aman untuk mengekspresikan kemarahan tanpa menghakimi.
Dengan cara ini, Bunda juga secara tidak langsung dapat membangun kepercayaan pada anak.
Mereka juga akan merasa didukung dan didengarkan atas amarah yang dirasakan.
Misalnya, ketika anak sedang marah dan berteriak-teriak, Bunda bisa mengatakan, “Bunda mengerti adek sedang marah, tidak papa. Bunda di sini untuk adek. Adek bisa kasih tau Bunda apa yang membuat adek marah,”
Mengajarkan anak untuk mengekspresikan kemarahan dengan cara yang sehat dapat membantu si Kecil mengembangkan kecerdasan emosional.