Dampak Buruk Kekerasan pada Anak
Seperti yang kita ketahui bahwa kekerasan pasti akan berdampak buruk bagi korbannya. Baik itu orang yang sudah dewasa, apalagi jika korban merupakan anak kecil. Hal ini ditegaskan oleh Psikolog Klinis Universitas Atmajaya, Rininda Mutia.
“Apapun penyebab pelaku saat melakukan kekerasan tersebut baik dalam bentuk macam bervariasipun, tetap saja tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan,” ujar Rininda Mutia seperti dilansir dari Kumparan.
Berikut beberapa dampak buruk yang terjadi jika anak mengalami kekerasan:
- Cedera pada fisik anak akibat dari cubitan, tendangan, memukul dengan benda tertentu akan meninggalkan bekas pada fisik si Kecil. Rasa sakit, bekas luka, cacat fisik menyebabkan gangguan pada pertumbuhannya. Dan tidak menutup kemungkinan berakibat kematian jika mengalami perdarahan atau rusaknya organ tubuh bagian dalam.
- Jika kekerasan fisik sejak dini terus dilakukan bisa mengakibatkan gangguan psikologis pada anak dan mereka cenderung memiliki perilaku agresif saat dewasa. Karena dari kecil sudah terbiasa dengan kekerasan, maka ia berpotensi untuk memperlakukan orang lain sama seperti dirinya. Artinya dia akan menjadi pelaku kekerasan di kemudian hari.
- Anak akan cenderung mengurung diri dan tidak mau berbaur dengan lingkungan atau masyarakat sekitar.
- Anak- anak yang mengalami kekerasan fisik sejak dini juga memiliki tingkat kecerdasan dan IQ yang lebih rendah dibandingkan anak-anak yang bahagia di keluarga mereka.
- Cenderung mengalami depresi atau mudah stres dan juga memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup mereka karena sering menganggap dirinya tidak berguna.
- Rentan menjadikan obat-obatan terlarang dan melakukan tindak kriminal sebagai pelampiasan akibat kurangnya kasih sayang dari orang tua mereka.