HALLOBUNDA.CO – Teh manis, susu rasa, minuman buah kemasan, sirup, minuman cokelat, hingga minuman kekinian sering terasa seperti pilihan praktis untuk anak. Rasanya disukai, mudah ditemukan, dan beberapa bahkan membawa kesan “mengandung vitamin” atau “lebih alami”. Namun, jika minuman berpemanis menjadi kebiasaan sehari-hari, jumlah gula yang masuk bisa bertambah tanpa disadari.
Masalahnya bukan berarti anak tidak boleh pernah merasakan makanan atau minuman manis. Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi, jumlah, usia anak, serta apakah minuman tersebut menggantikan air putih atau makanan yang lebih padat gizi. Kebiasaan minum sejak kecil juga membantu membentuk preferensi rasa untuk jangka panjang.
Apa yang Dimaksud Minuman Berpemanis?
Secara praktis, minuman berpemanis adalah minuman yang diberi gula atau pemanis untuk menambah rasa manis. Contohnya dapat mencakup soda, teh manis, minuman buah, sirup, minuman olahraga, minuman susu berperisa dengan gula tambahan, dan berbagai minuman siap minum. Kandungan setiap produk berbeda, sehingga label tetap perlu diperiksa.
WHO menggunakan istilah gula bebas untuk gula yang ditambahkan oleh produsen, juru masak, atau konsumen, serta gula yang secara alami terdapat dalam madu, sirup, jus buah, dan konsentrat jus. Jadi, kata “alami” tidak otomatis berarti gulanya bebas dikonsumsi tanpa batas.
Mengapa Minuman Manis Mudah Membuat Asupan Gula Bertambah?
Gula dalam bentuk cair mudah dikonsumsi dalam jumlah besar. Satu botol atau gelas dapat habis dalam beberapa menit, sementara energi yang masuk tidak selalu diikuti rasa kenyang seperti setelah makan makanan utuh. Jika kebiasaan ini terjadi berulang, minuman manis dapat menambah total energi harian dan menggeser pilihan yang lebih bergizi.
WHO menyebut konsumsi minuman berpemanis yang meningkat berasosiasi dengan overweight dan obesitas pada anak. Gula bebas juga merupakan faktor risiko utama karies gigi. Karena itu, membatasi minuman manis bukan hanya soal “takut diabetes”, tetapi bagian dari menjaga pola makan dan kesehatan gigi secara keseluruhan.