Dari Menunjuk ke Mengucap: Cara Membantu Anak yang Sudah Paham tetapi Belum Bicara

Syafaria Hadyandari
8 Min Read
Ibu merespons anak yang menunjuk benda untuk membantu transisi dari memahami ke berbicara.
Ibu merespons anak yang menunjuk benda untuk membantu transisi dari memahami ke berbicara.

HALLOBUNDA.CO – Bunda berkata, “Ambil sepatu lalu taruh di dekat pintu,” dan si Kecil melakukannya. Ia tahu mana botol minumnya, menunjuk benda yang diminta, bahkan tampak memahami percakapan sederhana. Namun ketika ingin sesuatu, ia lebih sering menarik tangan Bunda, menunjuk, atau bersuara daripada mengucapkan kata. Situasi ini sering menimbulkan pertanyaan: kalau anak sudah paham, mengapa kata-katanya belum banyak keluar?

Memahami bahasa dan menggunakan bahasa memang saling berhubungan, tetapi keduanya bukan kemampuan yang identik. NIDCD menjelaskan bahwa kesulitan memahami perkataan orang lain berkaitan dengan bahasa reseptif, sedangkan kesulitan menyampaikan pikiran berkaitan dengan bahasa ekspresif. Karena itu, seorang anak dapat menunjukkan pemahaman yang relatif lebih kuat sementara kemampuan mengekspresikan diri dengan kata masih tertinggal.

Baca Juga  10 Ide Aktivitas Outdoor Keluarga untuk Stimulasi Anak

Paham Instruksi Adalah Modal, Bukan Jaminan Semua Aspek Bahasa Sudah Sesuai Usia

Kemampuan mengikuti instruksi menunjukkan bahwa anak menangkap sebagian makna bahasa. ASHA mencantumkan mengikuti arahan sederhana seperti memberikan bola atau menunjukkan bagian tubuh sebagai kemampuan yang muncul pada rentang 13–18 bulan. NIDCD juga mencantumkan mengikuti perintah sederhana dan memahami pertanyaan sederhana pada rentang 1–2 tahun. Namun perkembangan komunikasi tidak dinilai dari satu kemampuan saja.

Di rentang 19–24 bulan, ASHA mencantumkan penggunaan dan pemahaman setidaknya sekitar 50 kata serta kemampuan menggabungkan dua kata atau lebih. Pada usia 2–3 tahun, kombinasi kata menjadi semakin sering. Angka dan milestone ini sebaiknya dibaca sebagai panduan rentang perkembangan, bukan target yang harus dicapai tepat pada hari ulang tahun atau alat diagnosis mandiri.

Baca Juga  Jangan Keliru! Ternyata Nyamuk Wolbachia Tidak Dapat Menyebabkan Radang Otak

Sebelum Mengejar Kata, Lihat Dulu Cara Anak Sudah Berkomunikasi

Kata bukan satu-satunya bentuk komunikasi. Amati apakah anak menunjuk untuk meminta atau menunjukkan sesuatu, membawa benda kepada Bunda, bergantian menatap benda dan wajah orang tua, meniru gerakan atau bunyi, menggunakan gestur, dan mencoba mendapatkan perhatian. Sinyal-sinyal tersebut dapat menjadi titik masuk untuk membangun komunikasi yang lebih aktif.

Misalnya, anak menunjuk pisang. Alih-alih langsung memberikan pisang atau meminta, “Bilang pisang dulu,” Bunda bisa menamai maksudnya: “Pisang. Mau pisang?” Lalu tunggu beberapa detik. Jika anak bersuara, menunjuk lagi, atau mencoba sebagian kata, responslah. Tujuannya adalah membantu anak melihat bahwa usaha komunikasinya mendapatkan respons sekaligus memberinya model kata yang relevan.

5 Jembatan dari Paham Menuju Bicara yang Bisa Dibangun di Rumah

1. Ciptakan alasan kecil untuk berkomunikasi

Jangan selalu menebak kebutuhan anak terlalu cepat. Saat dua camilan tersedia, tunjukkan keduanya dan beri pilihan: “Mau pisang atau roti?” ASHA menyarankan memberi pilihan alih-alih hanya pertanyaan ya/tidak. Pilihan membuat kata yang dibutuhkan menjadi jelas tanpa memaksa anak menghasilkan kalimat panjang.

Baca Juga  Si Kecil Suka Melempar Benda? Tenang Bunda, Begini Cara Bijak Menghadapinya

2. Beri model satu tingkat di atas kemampuan anak

Jika anak belum berkata apa-apa dan hanya menunjuk, modelkan satu kata: “Bola.” Jika ia sudah menggunakan satu kata, tambahkan menjadi dua kata: “Bola merah” atau “mau bola”. ASHA menganjurkan mengulang ucapan anak dan menambahkan informasi baru. Prinsipnya sederhana: model bahasa cukup kaya untuk dipelajari, tetapi tidak terlalu panjang untuk diikuti.

3. Gunakan jeda, bukan pertanyaan bertubi-tubi

Setelah memberi model atau pilihan, berhenti sejenak. Orang dewasa sering tanpa sadar mengisi setiap keheningan dengan pertanyaan berikutnya. Padahal anak membutuhkan waktu untuk memproses, merencanakan respons, dan mencoba berkomunikasi. Tatap dengan hangat dan beri kesempatan tanpa menuntut.

Share this Article
Reading: Dari Menunjuk ke Mengucap: Cara Membantu Anak yang Sudah Paham tetapi Belum Bicara