Latihan Meniru Bunyi untuk Anak: 7 Permainan Ringan dari Suara ke Kata

Syafaria Hadyandari
6 Min Read
Ibu mengajak anak meniru bunyi hewan saat bermain.
Ibu mengajak anak meniru bunyi hewan saat bermain.

HALLOBUNDA.CO – Ketika mendengar suara “meong”, “brum”, atau “tok-tok”, sebagian anak spontan mencoba menirukannya. Ada juga yang lebih senang menunjuk, tertawa, atau memperhatikan dulu. Semua respons tersebut bisa menjadi awal interaksi. Latihan meniru bunyi anak dapat dimasukkan ke permainan harian untuk mengajak si Kecil memperhatikan suara, bergantian, dan mencoba berkomunikasi tanpa tekanan.

Apa Manfaat Bermain Meniru Bunyi bagi Anak?

Meniru suara hewan, kendaraan, atau benda membantu anak menghubungkan bunyi dengan sesuatu yang bermakna. Permainan ini memberi kesempatan untuk mendengar perbedaan suara, memperhatikan gerakan mulut, dan berlatih mengambil giliran. Namun, kemampuan meniru bunyi bukan satu-satunya ukuran perkembangan bahasa. Memahami kata, menggunakan gestur, berinteraksi, dan menggabungkan kata juga penting untuk diamati.

Baca Juga  Perceraian Meningkat, Ini 3 Trik Agar Mental Anak tak Terdampak

American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) menyarankan kegiatan berbicara, bermain, dan membaca bersama sebagai cara mendukung perkembangan komunikasi. Orang tua sebaiknya mengikuti minat anak, memberi contoh yang jelas, dan merespons upaya komunikasi apa pun. Tujuannya bukan menghafal sebanyak mungkin bunyi, melainkan membangun percakapan yang menyenangkan.

7 Latihan Meniru Bunyi Anak lewat Permainan Sehari-hari

1. Suara hewan dari buku bergambar

Buka buku dengan gambar kucing, sapi, atau ayam. Tunjuk satu gambar dan ucapkan, “Kucing, meong!” dengan intonasi ceria. Tunggu sebentar untuk melihat respons anak. Jika ia hanya menunjuk, Bunda dapat menanggapi, “Iya, itu kucing!” Jangan meminta pengulangan terus-menerus.

2. Mobil-mobilan berbunyi “brum”

Dorong mobil mainan sambil berkata “brum-brum”, kemudian berhenti sejenak. Biarkan anak memberi isyarat untuk melanjutkan permainan. Setelah ia terbiasa, tambahkan kata bermakna seperti “mobil jalan”, “mobil berhenti”, atau “mobil merah”. Bunyi menjadi pintu masuk menuju kosakata.

Baca Juga  Bukan Sekadar Membacakan: 7 Cara Membuat Buku Jadi Ruang Percakapan Anak

3. Ketukan benda dengan irama

Gunakan dua balok atau sendok plastik untuk membuat pola “tok-tok” dan “duk-duk”. Ajak anak bergantian menghasilkan suara. Pilih benda aman, hindari suara terlalu keras, dan jangan gunakan barang kecil yang berisiko tertelan. Permainan ini mengajarkan perhatian dan giliran tanpa harus selalu berbicara.

4. Permainan cilukba dan seruan sederhana

Ketika bermain cilukba, gunakan seruan seperti “ba!”, “wah!”, atau “halo!”. Beri jeda sebelum membuka wajah agar anak punya kesempatan mengantisipasi atau ikut bersuara. Jika anak tidak meniru, tetap sambut senyum, tatapan, atau gesturnya sebagai bentuk komunikasi.

Share this Article
Reading: Latihan Meniru Bunyi untuk Anak: 7 Permainan Ringan dari Suara ke Kata