Sebelum Lampu Padam: 6 Kebiasaan Malam yang Mendukung Kemampuan Bahasa Anak

Syafaria Hadyandari
7 Min Read
Ibu membacakan buku bergambar kepada anak sebelum tidur
Ibu membacakan buku bergambar kepada anak sebelum tidur

HALLOBUNDA.CO – Menjelang tidur, rumah mulai tenang dan aktivitas anak berkurang. Momen ini bisa menjadi kesempatan sederhana untuk membangun komunikasi dua arah. Tidak perlu sesi belajar khusus, kartu kata yang banyak, atau pertanyaan bertubi-tubi. Yang lebih penting adalah kehadiran orang tua, perhatian pada respons anak, dan suasana yang membuatnya nyaman berbicara.

Stimulasi bahasa anak sebelum tidur bukan berarti menunda jam istirahat. Rutinitas yang konsisten, singkat, dan menenangkan dapat menggabungkan kegiatan membaca, bercerita, serta mendengarkan anak. Jika si Kecil sudah mengantuk, pilih interaksi lebih pendek atau lanjutkan esok hari.

Baca Juga  Anak Mengerti Saat Diajak Bicara, tetapi Jarang Menjawab? Kenali 6 Pola Komunikasinya

Mengapa Rutinitas Malam Bisa Mendukung Bahasa Anak?

Menurut ASHA, bahasa berkembang melalui interaksi yang bermakna; anak mendengar kata dalam konteks, mencoba menyampaikan maksud, lalu mendapat tanggapan. Saat orang tua menamai benda, menanggapi cerita, dan memberi jeda untuk anak menjawab, percakapan menjadi lebih dari sekadar latihan mengulang kata. Membaca bersama juga memperkenalkan kosakata dan alur cerita yang mungkin tidak muncul dalam percakapan sehari-hari.

6 Kebiasaan Malam untuk Stimulasi Bahasa Anak

1. Ceritakan satu hal menarik dari hari ini

Sambil merapikan mainan atau memakai piyama, Bunda dapat berkata, “Tadi kita melihat kupu-kupu di taman.” Lalu tanyakan satu pertanyaan ringan, seperti “Warnanya apa, ya?” Untuk anak yang belum banyak bicara, cukup terima respons berupa menunjuk, suara, atau satu kata. Tambahkan kalimat pendek berdasarkan jawabannya.

Baca Juga  5 Latihan Meniru Bunyi untuk Memancing Interaksi Bicara Anak

2. Beri nama benda saat bersiap tidur

Gunakan benda yang benar-benar sedang dipakai: bantal, selimut, lampu, buku, dan boneka. Ucapkan kata dalam kalimat alami, misalnya “Selimut biru ini hangat.” Anak tidak perlu diminta menyebutkan semua benda. Pengulangan yang muncul secara natural membantu menghubungkan kata dengan pengalaman.

3. Baca buku dengan percakapan dua arah

Pilih buku bergambar yang sesuai minat anak. Tidak harus menghabiskan semua halaman. Tunjuk gambar, beri komentar, lalu tunggu: “Wah, kucingnya sembunyi di mana?” Jika anak menjawab “meja”, Bunda bisa memperluasnya menjadi “Iya, di bawah meja.” Untuk anak yang lebih besar, ajak menebak kelanjutan cerita atau alasan tokoh melakukan sesuatu.

Baca Juga  Bukan Sekadar Bertanya: 10 Menit Ngobrol yang Membuat Anak Lebih Berani Bercerita
Share this Article
Reading: Sebelum Lampu Padam: 6 Kebiasaan Malam yang Mendukung Kemampuan Bahasa Anak