“Karena masih bayi dan gak bisa diem suntik tangan kanan dan kiri, lepas akhirnya suntik di kaki,” sambungnya.
Pada akhirnya orang tua balita tersebut memutuskan untuk membawa Alova untuk operasi.
“Setelah diperiksa sebentar ade langsung masuk ruang operasi,” tulis unggahan Instagram tersebut.
Setelah melakukan operasi, berkat tuhan yang maha kuasa Alova akhirnya lancar melakukan sebuah operasi.
“Alhamdulillah operasinya lancar,” jelas postingan tersebut.
Jika dilihat dari kisah tersebut, jangan anggap sepele ya Bunda abses retrofaring dapat membahayakan nyawa sang buah hati.
Karena pada anak di bawah usia 5 tahun, ruang retrofaring terdiri dari jaringan kelenjar getah bening yang menerima aliran cairan getah bening dari tenggorokan.
Oleh karena itu, penyakit ini yang terjadi pada anak-anak biasanya disebabkan oleh penyebaran infeksi saluran pernapasan, bisa dari tenggorokan, sinus wajah, amandel, atau hidung.
Awalnya infeksi saluran pernapasan akan menyebabkan peradangan pada kelenjar getah bening di leher, yang kemudian menjadi abses retrofaring.
Cedera tersebut misalnya jika tertelan benda asing, tindakan medis pada mulut dan tenggorokan, serta benda tajam seperti duri ikan.
Sebanyak dua puluh lima persen kasus penyakit tersebut disebabkan oleh perlukaan pada dinding belakang tenggorokan.
Salah satu penyebab penyakit tersebut yang jarang namun mungkin terjadi adalah penyebaran langsung peradangan atau infeksi tulang belakang.
Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya abses retrofaring pada sang buah hati adalah:
- Kebersihan mulut yang buruk.
- Diabetes melitus atau kencing manis.
- Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun.