Anak-anak Bisa Terkena Bell’s Palsy? Yuk Ketahui Faktanya

Author
6 Min Read
Anak-anak Bisa Terkena Bell's Palsy
Anak-anak Bisa Terkena Bell's Palsy

Penyebab Bell’s Palsy

Bell’s palsy yang merupakan kerusakan pada saraf wajah ini menyebabkan pembengkakan. Karena saraf ini melewati area tulang yang sempit di dalam tengkorak. Ketika saraf membengkak bahkan meskipun pembengkakannya hanya sedikit dapat mendorong permukaan tengkorak yang keras.

Pembengkakan ini menghambat kinerja saraf. Para peneliti telah lama meyakini bahwa bell’s palsy juga dapat disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks 1. Mereka telah menemukan bukti yang menunjukkan adanya keterkaitan itu. Adapun virus lain yang mungkin juga dapat berkaitan dengan penyakit ini yakni:

1. Adenovirus (kondisi pernapasan), gejala infeksi adenovirus paling sering menginfeksi sistem pernapasan tubuh. Infeksi adenovirus di saluran pernapasan tersebut dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan pilek atau flu biasa. Gejala atau kondisi yang mungkin dialami meliputi batuk.

Baca Juga  Viral! Bocah Asal Makassar Terjebak di Dalam Mesin Cuci, Sampai Dievakuasi Damkar

2. Coxsackievirus (penyakit tangan-kaki-mulut), penyakit ini disebut juga HFMD yakni penyakit tangan, kaki, dan mulut yang disebabkan oleh virus genus Enterovirus, yang paling sering adalah Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71).

3. Sitomegalovirus Epstein-Barr (mononukleosis menular). Penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Penyebaran EBV terjadi melalui cairan tubuh, terutama air liur.

4. Herpes zoster (cacar air dan cacar api),  salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Sesuai dengan namanya, virus ini menyebabkan penyakit Varicella (cacar air) dan penyakit Herpes Zoster.

5. Influenza B (flu)

6. Penyakit gondok

7. Rubella (campak Jerman), Rubella sendiri merupakan penyakit yang berbeda dari campak, tetapi mereka memiliki kesamaan gejala, yakni munculnya ruam kemerahan pada kulit.

Baca Juga  Mengerikan! Bocah 10 Tahun di Pekalongan Bunuh Diri, Gegara Ditegur Bermain Hp Terus

Pengobatan Bell’s Palsy

Ada beberapa perawatan yang dapat membantu  sembuh lebih cepat dengan segera membawa ke dokter, dan akan diberi kortikosteroid jangka pendek (seperti prednison). Ini dapat membantu meredakan pembengkakan dan membuat fungsi saraf lebih mungkin kembali normal.

Dengan diberikannya kortikosteroid maka dapat mempersingkat durasi gejalanya. Dan ini akan bekerja maksimal jika meminumnya dalam waktu 72 jam sejak awal gejala. Dokter mungkin juga akan meresepkan perawatan lain yang disesuaikan berdasarkan tingkat keparahan gejala dan riwayat kesehatan. Pilihan pengobatan lainnya termasuk:

  • Steroid untuk mengurangi peradangan.
  • Obat antivirus, seperti asiklovir.
  • Analgesik untuk menghilangkan rasa sakit.
  • Terapi fisik untuk merangsang saraf wajah

Jadi Bunda, bell’s palsy merupakan penyakit yang datang tiba-tiba dan dapat sembuh sendiri. Namun, sebagian besar orang yang mengalami ini membutuhkan waktu lama untuk sembuh total dalam waktu beberapa bulan sampai tahun, tergantung tingkat kondisi yang dialami. Kondisi ini dapat dicegah dengan menjaga aktivitas tiap hari dengan seimbang, tetap menjaga pola makan yang sehat serta dibarengi dengan olahraga yang rutin.

Baca Juga  Menjadikan si Kecil 'Kartini' Masa Depan

 

 

 

 

TAGGED:
Share this Article
Reading: Anak-anak Bisa Terkena Bell’s Palsy? Yuk Ketahui Faktanya