Gejala Panic Attack
Pengalaman setiap orang saat mengalami serangan panik dapat berbeda-beda.
Akan tetapi, gejala serangan panik dapat di lihat pada tanda-tanda yang umumnya sering terjadi, seperti:
- Jantung berdebar.
- Sesak napas.
- Perasaan tersedak.
- Gemetar.
- Mual atau sakit perut.
- Keringat berlebihan.
- Merasa pusing dan goyah.
- Perasaan mati rasa.
- Derealisasi dan depersonalisasi.
- Merasa tidak nyata atau terlepas dari lingkungan.
- Perasaan takut mati.
- Kehilangan kendali, seperti menjadi gila, atau seperti ada jeratan di pikiran yang sulit untuk dilepaskan.
Cara Mengatasi Panic Attack
Meskipun ini terasa sangat menakutkan, penting untuk Bunda ingat bahwa serangan panik akan berlalu.
Kondisi berikut memiliki solusi dan dapat pulih dengan normal kembali dengan penanganan yang tepat.
Jika Bunda atau Ayah berada di dalam situasi seperti itu, ada beberapa cara meredakan panic attack atau menghilangkan kondisi tersebut guna mengambil kendali.
- Berhenti sejenak untuk cari tahu pemicunya.
- Amati pikiran dan rasa yang mengikutinya, coba sadari apakah hal ini dapat diatasi atau sulit untuk diatasi.
- Coba lakukan relaksasi otot dan atur pernapasan, gunakan metode 5-4-3-2-1 untuk membuat diri lebih tenang.
Dari cara mengatasi serangan panik, mungkin Bunda akan bertanya-tanya bagaimana cara menerapkan metode 5-4-3-2-1, berikut penjelasannya:
- Cari, kemudian amati 5 objek
- Dengarkan dan amati 4 suara yang berbeda.
- Sentuh 3 objek, amati tekstur, suhu, serta fungsinya.
- Identifikasi dan amati 2 bau yang berbeda.
- Sebutkan 1 hal yang bisa Bunda cicipi dan amati rasanya.
Jadi tidak ada obat khusus untuk serangan panik, namun terdapat beragam pilihan penanganan yang dapat dipraktikkan untuk membantu mengelola gejalanya.
Jika Bunda atau orang yang dicintai merasa tidak dapat mengontrol diri lagi segera konsultasikan ke psikologi.
Hal tersebut untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik, agar biasa sembuh dengan total, dan tidak merasakan lagi serangan panik.***