Hindari Menahan Kebutuhan Anak agar Ia “Terpaksa Bicara”
Ada perbedaan antara menciptakan kesempatan berkomunikasi dan membuat anak frustrasi. Menaruh benda favorit dalam pandangan agar anak memiliki alasan meminta boleh menjadi kesempatan interaksi, tetapi jangan sengaja menahan kebutuhan dasar atau menolak gestur sampai anak berhasil mengucapkan kata. Respons terhadap upaya komunikasi membantu anak memahami bahwa berkomunikasi itu bermakna dan aman.
Kapan Sebaiknya Tidak Hanya Menunggu?
Milestone dapat membantu orang tua memantau pola perkembangan. CDC mencatat bahwa pada 18 bulan sebagian besar anak mencoba mengatakan setidaknya tiga kata selain “mama” atau “dada”; pada usia 2 tahun sebagian besar sudah menggabungkan setidaknya dua kata; dan sekitar 30 bulan banyak anak menggunakan sekitar 50 kata. NIDCD juga mencatat bahwa pada rentang 1–2 tahun anak biasanya memperoleh kata baru secara teratur dan mulai menggabungkan dua kata.
Bicarakan dengan dokter anak atau terapis wicara/speech-language pathologist bila kemampuan ekspresif tampak tidak berkembang, anak sangat jarang menggunakan gestur atau bunyi untuk berkomunikasi, sulit berinteraksi dua arah, ada kekhawatiran terhadap pendengaran, atau anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki. Pemeriksaan pendengaran juga penting karena masalah pendengaran dapat memengaruhi perkembangan suara, bicara, dan bahasa.
Pemahaman yang Baik adalah Modal, Bukan Alasan untuk Berhenti Memantau
Ketika anak memahami instruksi tetapi belum banyak bicara, Bunda tidak perlu mengubah setiap interaksi menjadi sesi latihan. Bangun lingkungan yang kaya bahasa melalui permainan, buku, rutinitas, dan percakapan yang mengikuti minat anak. Berikan model kata, tunggu respons, dan hargai semua bentuk komunikasi. Jika perkembangan kata tidak bergerak atau ada tanda lain yang mengkhawatirkan, evaluasi lebih awal dapat membantu orang tua memahami kebutuhan anak secara lebih tepat.
Bunda ingin melihat kemampuan si Kecil dari sisi yang lebih lengkap? Lanjutkan ke artikel “Bahasa Ekspresif vs Reseptif”, “Kata Pertama dan Kosakata”, dan “Red Flag Speech Delay” di Hallo Bunda untuk memahami pola komunikasi serta stimulasi yang sesuai tahap perkembangan.
FAQ (People Also Ask)
Kenapa anak mengerti perintah tetapi belum bicara?
Pemahaman bahasa dan kemampuan mengekspresikan bahasa dapat berkembang dengan kecepatan berbeda. Anak mungkin memahami banyak kata sebelum mampu menggunakannya secara verbal, tetapi perkembangan ekspresif tetap perlu dipantau.
Apakah anak yang paham instruksi pasti akan bicara sendiri nanti?
Tidak ada kepastian untuk setiap anak. Pemahaman yang baik merupakan informasi positif, tetapi perkembangan kosakata, gestur, interaksi, dan kemampuan berbicara tetap perlu dipantau dari waktu ke waktu.
Bagaimana cara merangsang anak agar mau bicara?
Ikuti minat anak, beri model kata singkat, gunakan pilihan sederhana, beri jeda untuk merespons, perluas ucapan anak, dan lakukan percakapan dua arah melalui permainan serta buku.
Apakah boleh memaksa anak mengulang kata?
Sebaiknya hindari memaksa atau mengulang berkali-kali. Berikan model pengucapan yang benar secara natural dan hargai gestur, bunyi, maupun kata sebagai upaya komunikasi.
Berapa kata yang seharusnya dimiliki anak usia 2 tahun?
Milestone tidak hanya dinilai dari satu angka. CDC menyebut sebagian besar anak usia 2 tahun sudah menggabungkan setidaknya dua kata, sedangkan perkembangan kosakata perlu dilihat bersama pemahaman, gestur, interaksi, dan kemajuan dari waktu ke waktu.
Kapan anak yang belum bicara perlu diperiksa?
Konsultasikan bila kemampuan bicara tidak menunjukkan kemajuan, terdapat kesulitan memahami bahasa, minim gestur atau interaksi, ada kekhawatiran pendengaran, atau anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki.
Apakah perlu tes pendengaran jika anak mengerti instruksi?
Pemeriksaan pendengaran tetap dapat menjadi bagian evaluasi bila ada kekhawatiran perkembangan bicara dan bahasa, karena gangguan pendengaran dapat memengaruhi perkembangan komunikasi.