Anak Usia 12 Tahun di Garut Berani Bunuh Temannya Karena Dendam, Begini Pendapat Psikolog

Lafa Zidan Alfaini
6 Min Read
Ngeri! Anak Usia 12 Tahun di Garut Berani Bunuh Temannya, Diduga Akibat Dendam Pribadi

Saat berenang, korban ternyata sempat hanyut dan ditolong oleh pelaku yang masih berusia 12 tahun itu.

Setelah berada di pinggir sungai, pelaku langsung berusaha untuk menghabisi korban atau mencoba membunuh hingga kehilangan nyawa.

Jika melihat kasus di atas, semakin terlihat anak-anak zaman sekarang sudah tidak bisa terkontrol dalam hal emosi, apalagi sampai berani membunuh temannya sendiri.

Anak-anak zaman sekarang saat sedang emosi, mereka tidak berpikir panjang dan langsung saja bertindak semaunya.

Dikutip dari situs Psychology Today, anak-anak zaman sekarang sudah semakin menunjukkan sisi buruknya.

Jacob Azerrad, Ph.D yang sudah menjadi psikolog anak selama 35 tahun dan setiap tahunnya ia melihat banyak orang tua menghadapi masalah yang semakin parah.

Baca Juga  Dihujat Netizen, Pria di Panti Asuhan Live TikTok Sambil Suapin Bayi 2 Bulan dan Minta Saweran

Anak-anak zaman sekarang tidak hanya berperilaku buruk, mereka juga cengeng, egois, sombong, kasar, suka menantang dan kejam.

Perilaku tercela pada anak-anak seperti itu meramalkan masalah yang serius di kemudian hari.

Saat memasuki usia remaja, mereka lebih cenderung memilih untuk putus sekolah, menggunakan narkoba, melakukan kenakalan, dan mengalami depresi.

Menurut Jacob ada beberapa alasan anak-anak zaman sekarang menjadi seperti itu. Bisa dikarenakan pola makan yang tinggi gula, lingkungan yang toxic, sering menonton tayangan televisi yang tak pantas dan gangguan kejiwaan.

Tak sedikit dari orang tua yang berkomentar anak-anak sekarang beda dengan generasi sebelumnya.

Sebagian orang berpendapat bahwa anak-anak zaman sekarang kasar dan kurang sopan santun.

Baca Juga  Menanamkan Kebiasaan Berbagi pada Anak di Bulan Ramadhan: Lebih dari Sekadar Memberi!

Hal itu  dijelaskan dalam buku Unselfie: Why Empathetic Kids Succeed in Our All-About-Me World yang ditulis oleh psikolog sekaligus pakar pengasuhan anak di California, Amerika Serikat, Michele Borba.

Ternyata kemajuan teknologi menjadi salah satu pemicunya. Dengan teknologi yang menjadi hal terdepan dalam kehidupan kita saat ini, sehingga kepentingan pribadi telah menjadi hal yang biasa.

Alhasil itu menyebabkan penurunan empati yang mengakibatkan perundungan, kecurangan, dan kurangnya penalaran moral.

Maka, solusinya adalah bagaimana orang tua tak mengajarkan kesopanan. Ketika orang dewasa menunjukkan bagaimana tata krama kesopanan, maka anak juga akan melakukannya.

Anak-anak juga perlu untuk diajarkan berempati, yang berarti memiliki kesadaran secara emosional. Yaitu dengan mengajarkan untuk memahami berbagai sinyal emosional, termasuk bahasa tubuh dan ekspresi wajah.

Baca Juga  Ingat ya, Autisme Bukan Penyakit dan Tidak Menular! Kenali 5 Ciri-cirinya

Tentunya itu diawali dengan bagaimana orang tua berempati pada anaknya, sehingga sang anak juga merasakan bagaimana rasanya mendapatkan empati dari orang lain terutama dari orang tuanya sendiri.

Share this Article
Reading: Anak Usia 12 Tahun di Garut Berani Bunuh Temannya Karena Dendam, Begini Pendapat Psikolog